REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Tak semua perjalanan karier dimulai dengan langkah mulus. Namun, bagi Yoga, alumni Program Studi Perhotelan Universitas Bina Sarana Informatika
Umur 20-an: Fase Paling Sepi yang Nggak Pernah Diajarin di Sekolah
Tidak ada guru yang pernah mengajarkan kalau setelah lulus nanti, hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kita diajarkan cara mengerjakan soal matematika, menghafal rumus, hingga mengejar nilai sempurna. Namun, tidak ada yang mengajarkan bagaimana rasanya kehilangan arah di usia 20-an.
Di umur ini, semuanya terasa berubah begitu cepat. Teman-teman mulai sibuk dengan jalan hidup masing-masing. Ada yang sudah bekerja, melanjutkan kuliah, membangun bisnis, bahkan ada yang mulai berkeluarga. Sementara itu, kita sering kali masih bertanya-tanya, “Aku sebenarnya sedang menuju ke mana?”
Yang membuat fase ini terasa sepi bukan karena kita benar-benar sendirian. Justru, kita dikelilingi oleh banyak orang dan notifikasi yang terus berdatangan. Namun, tidak semua orang benar-benar memahami apa yang sedang kita rasakan. Ada rasa lelah yang sulit dijelaskan, ada tekanan yang tidak terlihat, dan ada tanggung jawab yang datang tanpa aba-aba.
Media sosial juga sering membuat semuanya terasa lebih berat. Saat melihat pencapaian orang lain, kita tanpa sadar mulai membandingkan hidup sendiri. Padahal, yang terlihat di layar hanyalah sebagian kecil dari kehidupan mereka. Kita lupa bahwa setiap orang memiliki waktu, perjuangan, dan garis finish yang berbeda.
Di usia 20-an, kita juga mulai belajar menerima kenyataan bahwa tidak semua hubungan akan bertahan. Ada teman yang perlahan menjauh, ada impian yang berubah, dan ada rencana yang harus direlakan. Awalnya terasa menyakitkan, tetapi justru dari situlah kita belajar bahwa bertumbuh sering kali berarti berani melepaskan.
Fase ini memang tidak mudah. Akan ada hari ketika kita merasa tertinggal, bingung, bahkan mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Namun, bukan berarti kita gagal. Bisa jadi, kita hanya sedang berada di proses yang berbeda.
Tidak apa-apa jika hari ini langkahmu terasa lambat. Tidak apa-apa jika hidupmu belum terlihat “berhasil” seperti orang lain. Hidup bukan perlombaan, dan usia 20-an bukan batas waktu untuk menyelesaikan semuanya.
Mungkin inilah pelajaran yang tidak pernah diajarkan di sekolah: menjadi dewasa bukan tentang memiliki semua jawaban. Menjadi dewasa adalah tentang tetap berjalan, meski belum tahu akan sampai di mana.Kalau hari ini kamu merasa sendirian di usia 20-an, percayalah, kamu tidak sendiri. Banyak orang sedang berjalan di jalan yang sama—hanya saja, mereka juga sedang berusaha terlihat baik-baik saja.
Targetkan Empat Besar Asian Games, Tim Basket 3×3 Putra Matangkan Fisik dan Kecepatan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Timnas Basket 3×3 Putra Indonesia terus mematangkan fisik dan kecepatan jelang perhelatan Asian Games 2026 yang akan berlangsung di
Korlantas-Jasa Marga Buat Skema Hadapi Nataru hingga Zero ODOL
Jakarta, CNN Indonesia — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan koordinasi untuk membahas soal tata kelola
Pakuwon Mall Jogja Juga Dipagari, Manajemen Ungkap Alasannya
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan besar belakangan ini menjadi perhatian masyarakat. Tak hanya terlihat di sejumlah mal
Delapan Tokoh Masuk Bursa Ketum PBNU Jelang Muktamar di Jombang, Berikut Profilnya
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026, dinamika pemilihan
Jelang Kemerdekaan RI, PLN UID Yogyakarta Realisasikan Tambah Daya Sebanyak 1.273 Pelanggan
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta berhasil merealisasikan penambahan daya kepada 1.273 pelanggan melalui program promo tambah
PMII DIY Naik Kelas, Gus Hilmy Dorong Penguatan Advokasi Hukum dan Digitalisasi Gerakan
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dr H. Hilmy Muhammad, menghadiri sekaligus membuka secara resmi peluncuran Lembaga
Tragedi Plengkung Madyasuro, Kisah Tragis Sumodiningrat dan Harta Karun Keraton di London
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Di balik kemegahan dinding Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tersimpan sebuah lembaran sejarah kelam yang hingga kini masih menyisakan luka mendalam. Peristiwa
Hari Bakti TNI AU 2026, Kasau Tegaskan Arah Transformasi Pertahanan Udara
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara (AU), Rabu (29/7/2026), menjadi momentum untuk mengenang jasa tiga pelopor Angkatan Udara Republik
No More Posts Available.
No more pages to load.














