
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Bank BPD DIY kembali menggelar ajang lari Malioboro Run untuk kali kelima tahun ini. Malioboro Run 2026 yang akan berlangsung di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Ahad (4/10/2026) pagi WIB, mengusung tema ‘Culture on Track’.
Malioboro Run sebelumnya telah diselenggarakan selama empat tahun berturut-turut sejak 2021 hingga 2025. Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank BPD DIY mengangkat konsep ‘Dwi Tunggal Daerah Istimewa Yogyakarta’ yang merepresentasikan kepemimpinan bersama antara Sri Sultan Hamengku Buwono dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai Gubernur DIY dan KGPAA Paku Alam dari Kadipaten Pakualaman sebagai Wakil Gubernur DIY dalam menjaga keistimewaan Yogyakarta.
Konsep tersebut berakar pada Amanat 5 September 1945 dan dipertegas melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY.
Tema Culture on Track kemudian diwujudkan melalui rute lomba yang melewati sejumlah ikon heritage Yogyakarta. Peserta akan melintasi Jalan Malioboro, Titik Nol Kilometer, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pura Pakualaman, lima Plengkung Benteng Baluwarti, Tamansari, Pasar Ngasem, Panggung Krapyak, hingga Tugu Pal Putih.
Melalui rute tersebut, peserta tidak hanya mengikuti kompetisi lari, tetapi juga diajak mengenal sejarah dan budaya Yogyakarta melalui pengalaman visual selama berlari.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, Bank BPD DIY menghadirkan sejumlah pengembangan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya adalah penggunaan rute baru yang telah tersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS) dan melewati Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat serta Pura Pakualaman sebagai representasi konsep Dwi Tunggal.
Selain itu, seluruh finisher kategori Half Marathon (21K) akan mendapatkan jaket finisher. Malioboro Run 2026 juga menghadirkan program talkshow yang lebih beragam selama Race Pack Collection (RPC), serta penampilan bintang tamu Biru Baru.
Malioboro Run 2026 diikuti lebih dari 8.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta terbagi dalam tiga kategori, yakni Half Marathon (21K), 10K, dan 5K.
Direktur Pemasaran Bank BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto mengatakan, Malioboro Run akan memberi pengalaman menarik bagi para pelari terutama bagi pelari di luar DIY. Tercatat, 70 persen pendaftar event ini merupakan pelari dari luar DIY.
“Sport tourism menjadi salah satu denyut nadi pariwisata saat ini. Kami mengharapkan kedatangan ribuan runner dari berbagai tempat ke Yogyakarta dapat berkontribusi positif dan menjadi pengungkit roda perekonomian DIY khususnya pada sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM,” katanya dalam konferensi pers di kawasan Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).
Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 15 Juli 2026 pukul 12.00 WIB secara daring melalui situs maliobororun.id dengan metode pembayaran non-tunai menggunakan QRIS atau virtual account.
Peserta mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain jersey race, jaket finisher khusus kategori 21K, medali finisher, BIB Number yang dilengkapi timing chip, refreshment, asuransi, dan e-certificate.
Untuk mendukung aspek keamanan dan keselamatan peserta, Bank BPD DIY bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di DIY, yakni RSUP Dr. Sardjito, RS Bethesda, dan RS JIH, serta Palang Merah Indonesia (PMI).
Dari total peserta, sekitar 70 persen berasal dari luar DIY. Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM.
Total hadiah yang disiapkan dalam Malioboro Run 2026 mencapai Rp 212 juta bagi para juara di masing-masing kategori dan kelompok peserta.
Direktur Pemasaran Bank BPD DIY, R Agus Tri Murjanto mengatakan penyelenggaraan Malioboro Run merupakan salah satu upaya Bank BPD DIY untuk turut mengenalkan budaya dan sejarah Yogyakarta melalui konsep sport tourism.
“Melalui tema Culture on Track dan konsep Dwi Tunggal, Malioboro Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan literasi transaksi non-tunai di masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung mitra UMKM sekaligus mendorong transaksi non-tunai, Bank BPD DIY juga menghadirkan program “Cashback MAMPIR”. Program tersebut memberikan cashback 65 persen tanpa minimal transaksi dengan pembayaran menggunakan QRIS BPD DIY Mobile.
Program Cashback MAMPIR berlaku di merchant yang berada di area Race Pack Collection, Race Village, serta 23 kuliner legendaris Yogyakarta selama periode 2–4 Oktober 2026.





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74992 [Aggregator] Downloaded image for imported item #74992](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/suasana-konferensi-pers-ajang-malioboro-run-2026-di-kawasan_261003190047-291-1-148x111.jpg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75004 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/042381500-1791027942-830-556-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75008 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/ilustrasi-meninggal-dunia-6_169-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74988 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/maxim-indonesia_261003191458-519-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75000 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/pertamina-smexpo-pulang-kampung-ke-ngasem-bawa-47-umkm-makin-vokal-1791029395366_169-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74996 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/penghageng-kawedanan-hageng-nitya-budaya-keraton-yogyakarta-gusti-kanjeng_261003184046-865-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74861 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/057835500-1790853202-830-556-148x111.jpg)