Heru menegaskan bahwa program KPR subsidi merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah pertama.“Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja formal.
BANJARMASIN, 12 AGUSTUS 2026 — Komisioner BP Tapera Heru
Pudyo Nugroho meninjau langsung kawasan Mahantas Modern Land, perumahan subsidi
dan komersial di Jalan AMD XII, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, Kalimantan
Selatan. Kunjungan tersebut didampingi Ketua DPD REI Kalimantan Selatan H.
Ahyat Sarbini dan Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perbankan dan Pembiayaan
Syariah Royzani Sjachril.
Dalam kunjungan tersebut, Heru melihat sejumlah rumah yang
telah dihuni masyarakat sekaligus berdialog dengan penerima KPR subsidi.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi hunian dan manfaat
pembiayaan perumahan bagi masyarakat.Salah satu penerima KPR subsidi yang
ditemui adalah M. Aries Apriliadi, seorang karyawan swasta yang masih berstatus
single. Aries melakukan akad KPR pada 13 Juli 2026 dan kini telah memiliki
rumah sebagai tempat tinggal sekaligus aset untuk masa depan.
Kisah Aries menjadi gambaran bahwa akses KPR subsidi juga
dapat dimanfaatkan pekerja muda yang belum menikah untuk mulai memiliki rumah
sejak dini.“Luar biasa, masih muda dan belum menikah sudah berani mengambil
rumah. Ini investasi untuk masa depan. Daripada uang dihabiskan untuk gaya
hidup, lebih baik mulai dipikirkan untuk memiliki rumah,” ujar Heru.
Menurut Heru, kepemilikan rumah sejak usia muda merupakan
langkah positif dalam mempersiapkan masa depan. Rumah tidak hanya berfungsi
sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi aset jangka panjang.Mahantas
Modern Land berada di kawasan dataran rendah atau rawa yang menjadi karakter
geografis sebagian wilayah Banjarmasin. Kondisi tersebut membutuhkan proses
penyiapan dan pengurukan lahan sebelum dikembangkan menjadi kawasan hunian.
Meski berada di kawasan dengan karakter lahan rawa,
rumah-rumah yang telah dibangun di Mahantas Modern Land terlihat tertata dengan
desain sederhana dan modern. Sejumlah unit juga telah dihuni masyarakat.Peninjauan
tersebut menjadi bagian dari perhatian BP Tapera terhadap penyediaan hunian
yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga memperhatikan kualitas bangunan dan
kondisi lingkungan kawasan.
Heru menegaskan bahwa program KPR subsidi merupakan salah
satu instrumen pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah
memperoleh rumah pertama.“Jangan sampai KPR subsidi hanya dikenal untuk pekerja
formal. Pekerja informal juga harus mendapatkan kesempatan memiliki rumah,”
tegasnya.Melalui sinergi BP Tapera bersama REI, pengembang, perbankan, dan
pemerintah daerah, akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau
diharapkan terus diperluas, termasuk bagi generasi muda yang mulai
mempersiapkan kepemilikan rumah sejak dini.








![[Aggregator] Downloaded image for imported item #66435](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/public-60.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #66440](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/public-61.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #66445](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/public-62.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #65544](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/public-58.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #65094](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/public-57.avif)