
REPUBLIKA.CO.ID, PASURUAN – Akses air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan di lingkungan pondok pesantren. Survei Serikat Ekonomi Pesantren pada 2024 terhadap 210 pesantren di Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur menunjukkan baru 54 persen pesantren memiliki akses air bersih layak, sementara hanya 38 persen yang memiliki fasilitas sanitasi memadai.
Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan skema pembiayaan untuk membantu pesantren membangun fasilitas air bersih dan sanitasi. Danone Indonesia bersama Water.org dan Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) mengembangkan kolaborasi yang memungkinkan pesantren memperoleh akses pembiayaan melalui program WaterCredit.
Skema tersebut membuka peluang bagi pengelola pesantren untuk membangun fasilitas air bersih dan sanitasi dengan dukungan pembiayaan yang lebih terjangkau. Pengembangan fasilitas juga disertai edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Executive Director for Southeast Asia Water.org Yuniar Restanto mengatakan, ketersediaan air bersih dan sanitasi memiliki dampak terhadap kesehatan santri maupun masyarakat di sekitar pesantren. Menurut dia, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat penyediaan fasilitas tersebut.
“Ketika sebuah pesantren memiliki akses air bersih dan sanitasi yang memadai, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para santri, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Melalui WaterCredit, kami ingin membuka jalan bagi pesantren untuk mengakses pembiayaan yang membantu mewujudkan fasilitas air dan sanitasi yang aman, layak, dan berkelanjutan,” ujar Yuniar dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (10/10/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dalam siaran pers, akses sanitasi layak secara nasional pada 2024 mencapai 83,60 persen. Artinya, sekitar 45,4 juta penduduk belum memiliki akses sanitasi layak, sementara hampir 25 juta penduduk disebut belum menggunakan toilet dan baru sekitar 7 persen air limbah domestik diolah secara aman.
Tantangan tersebut menjadi perhatian karena Indonesia memiliki lebih dari 34 ribu pondok pesantren dengan jutaan santri yang tinggal dalam sistem asrama. Penggunaan fasilitas secara bersama dan kepadatan hunian membuat ketersediaan air bersih, sanitasi, serta kebiasaan menjaga kebersihan menjadi kebutuhan penting.
Public Affairs & Sustainability Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan, perbaikan fasilitas perlu berjalan bersamaan dengan pembentukan kebiasaan hidup sehat. Santri juga diharapkan dapat menerapkan dan menyebarkan praktik kebersihan kepada keluarga serta masyarakat.
“Pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran dan pembentukan karakter yang memberikan pengaruh besar bagi masyarakat. Karena itu, upaya menghadirkan akses air bersih dan sanitasi yang layak tidak hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi juga menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diteladani oleh para santri serta diteruskan kepada keluarga dan komunitas disekitarnya,” kata Karyanto.
Danone Indonesia menyebut program air bersih dan sanitasi yang dijalankannya telah menjangkau lebih dari 500 ribu jiwa di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, edukasi PHBS, pengelolaan lingkungan, serta penguatan tata kelola berbasis komunitas.
Kolaborasi tersebut diperkenalkan melalui Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur di Pesantren Ngalah, Kabupaten Pasuruan, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan menjelang Hari Santri 2026 itu dihadiri sekitar 3.500 peserta dari kalangan santri, pengelola pesantren, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat.
Festival tersebut juga menjadi ajang pengukuhan Duta Santri BESTARI atau Bersih, Sehat, Tangguh, dan Mandiri. Para santri terpilih akan mendorong penerapan kebiasaan hidup bersih, menjaga higiene, dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya sanitasi di lingkungan pesantren.
Wakil Bupati Pasuruan Muhammad Shobih Asrori mengatakan, pemerintah daerah membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas fasilitas pesantren. Menurut dia, dukungan pembiayaan diperlukan agar pembangunan sarana air bersih dapat menunjang kegiatan sehari-hari para santri.
Ketua Dewan Pesantren Pasuruan Tantowie Abdullah Siradj juga mendorong kerja sama antara pesantren, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses fasilitas dasar sekaligus meningkatkan kesehatan dan kemandirian pesantren.





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75406 [Aggregator] Downloaded image for imported item #75406](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/261010062224-771-1-148x111.jpg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75439 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/universitas-bina-sarana-informatika-ubsi-memperluas-akses-pendidikan-tinggi_261010200825-979-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75443 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/stjepan_261010195225-139-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75390 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/biro-penyelenggara-umrah-dan-haji-zhafirah-baru-baru-ini-meluncurkan_261009151006-495-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75394 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/082616700-1733238261-830-556-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75374 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/pln-uid-yogyakarta-melalui-pln-up3-sleman-bersama-ybm_261009113807-913-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74881 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/082785400-1790853192-830-556-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74869 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/koordinator-unit-siaga-sar-sleman-basarnas-yogyakarta-dhedi-prasetya_261001204123-868-148x111.jpg)