Bank Mandiri Tebar Dampak Luas lewat Mandiri Jogja Marathon 2026

by -5 Views
banner 468x60


Jakarta, CNN Indonesia

banner 336x280

Ajang Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 resmi mencapai puncaknya pada Minggu (21/6) di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Bertema “More Than a Race”, gelaran tahunan ini diikuti oleh 10.200 pelari dari 17 negara, menjadikannya penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbesar sejak pertama kali digelar pada 2017.

Para peserta mengikuti empat kategori lomba, yakni Marathon (42K), Half Marathon (21K), 10K, dan 5K Fun Run dengan lintasan yang telah tersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Rute yang dilalui melintasi sejumlah ikon budaya, seperti Candi Plaosan, Monumen Taruna, serta kawasan perdesaan yang turut berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan ajang tersebut.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista mengatakan, MJM telah berkembang menjadi platform kolaborasi yang menghubungkan komunitas, pelaku usaha lokal, pemerintah daerah, hingga masyarakat untuk bersama-sama menciptakan dampak ekonomi dan sosial berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“MJM merupakan wujud sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga MJM benar-benar hadir sebagai More Than a Race,” ujar Adhika di Yogyakarta, Minggu (21/6).

Di sektor putra, pelari Kiprono Koech keluar sebagai juara pertama kategori Full Marathon Open MJM 2026 dengan catatan waktu 02:20:28, diikuti Amos Kipkemoi Chesang, dan James Cherutich Tallam. Di sektor putri, Eunice Nyawira Muchiri finis terdepan dengan waktu 02:39:35, unggul atas Medanit Feyera Gurmesa dan Elizabeth Chepkanan Rumokol di peringkat 2 dan 3.

Pada kategori Full Marathon National (Closed Marathon), pelari Indonesia unjuk gigi. Rikki Marthin L Simbolon berhasil meraih posisi pertama di sektor putra dengan waktu 02:30:06, disusul oleh Immanuel Hutasoit, dan Laode Safrudin.

Di sektor putri, Dwi Tiansi Anggraini keluar sebagai juara dengan catatan waktu 03:04:55, mengungguli Ina Lydia Utari Damanik, dan Asnida Aras. Prestasi ini menunjukkan peningkatan kualitas pelari nasional serta antusiasme tinggi terhadap sport tourism yang semakin tumbuh di Indonesia.

Dampak Nyata Sosial dan Lingkungan MJM 2026

Bank Mandiri secara konsisten memastikan MJM 2026 menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian, lingkungan, sosial, dan budaya di Yogyakarta.

Adhika menyebutkan, dalam mewujudkan semangat “More Than a Race”, perseroan turut memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program literasi keuangan digital bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi penyelenggaraan guna mendorong adopsi transaksi digital dan meningkatkan kapasitas usaha, termasuk Literasi UMKM Pasar Ngasem.

Upaya ini dilengkapi dengan program Mandiri LAKU LOKAL (mLaku Lokal) di Race Village kawasan Candi Prambanan yang menghadirkan 27 brand lokal dan 70 tenant UMKM, serta penyelenggaraan UMKM Festival yang melibatkan sekitar 60 pelaku UMKM yang berdomisili di sekitar Candi Prambanan.

Pada saat bersamaan, komitmen keberlanjutan dijalankan di sepanjang siklus acara, mulai dari fase Road to MJM 2026, Race Day, hingga Post-Race, guna mendorong partisipasi yang lebih bertanggung jawab.

Pada fase pre-event, peserta berkontribusi terhadap aksi iklim sejak registrasi melalui program One Ticket, One Climate Action yang terintegrasi dengan fitur Livin’ Planet, serta dapat mengimbangi jejak karbon lewat pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).

Saat race day, perseroan menerapkan pengelolaan kawasan zero waste to landfill, memakai racepack tekstil hasil upcycling, dan mengajak peserta mengikuti kampanye daur ulang pakaian Mandiri Looping for Life. Setelah perlombaan, peserta program pengimbangan emisi memperoleh laporan personal sebagai penguat kesadaran terhadap dampak lingkungan.

Di sisi sosial dan budaya, digulirkan rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertema “Melangkah Bersama, Membangun Jogja”. Melalui Mandiri Bakti Kesehatan, dihadirkan Mini General Check Up bagi 1.650 abdi dalem di Puro Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Keraton Ngayogyakarta, serta Khitanan Massal bagi 280 anak di sekitar Prambanan.

Bank Mandiri juga menghadirkan kegiatan Mandiri Sahabat Desa, dengan implementasi berupa perbaikan jalan, pembangunan batas desa, dan aksi bersih desa di 28 desa yang dilalui rute MJM serta pembagian 2.800 paket sembako.

Sementara, pelestarian budaya diwujudkan melalui program “Pustaka Luhur, Akses untuk Semua” berupa digitalisasi manuskrip kuno koleksi Widyapustaka Pakualaman. Rangkaian ini menegaskan keunggulan berkelanjutan sekaligus penguatan ekosistem bagi masyarakat.

Adhika menambahkan, melalui pendekatan yang mengintegrasikan olahraga, budaya, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi, MJM diharapkan terus menjadi benchmark sport tourism nasional sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

“Melalui Mandiri Jogja Marathon, kami ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya dinikmati para pelari, namun juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah secara berkelanjutan,” ujar Adhika.

MJM 2026 Jadi Panggung Inovasi Digital Bank Mandiri

MJM 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai inovasi terbaru dalam aplikasi perbankan Bank Mandiri yang mendukung beragam aktivitas nasabah di berbagai segmen. Mulai dari membangun kebiasaan menabung, hingga optimalisasi pengelolaan aset dan pembiayaan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Livin’ Next-G, solusi tabungan dan transaksi digital bagi generasi muda. Produk ini memungkinkan anak untuk belajar mengelola keuangan sejak dini, serta memberikan kemudahan bagi orang tua untuk memantau transaksi secara langsung, dan melakukan transfer terjadwal tanpa biaya.

Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye #MandiriSejakDini yang mendorong literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.

Untuk melengkapi solusi pembiayaan, Bank Mandiri menghadirkan fitur Livin’ Kredit Back to Back Obligasi yang memungkinkan nasabah memanfaatkan kepemilikan surat berharga negara sebagai agunan. Melalui layanan ini, nasabah dapat mengakses fasilitas pembiayaan melalui Livin’ by Mandiri maupun Kopra by Mandiri tanpa perlu mencairkan investasi yang dimiliki.

Bank Mandiri turut memperluas akses kepemilikan emas melalui KSM Emas pada fitur Livin’ Gold, di mana nasabah dapat memiliki emas secara lebih fleksibel dengan uang muka mulai 5 persen dan tenor hingga lima tahun.

Beragam inovasi itu merupakan wujud komitmen Bank Mandiri untuk terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai tahap kehidupan. Ke depan, Bank Mandiri akan memperkuat kapabilitas digital dan memperluas ekosistem layanan guna memberikan pengalaman perbankan yang semakin mudah dan aman.

“Melalui semangat More Than a Race, kami ingin memastikan Mandiri Jogja Marathon meninggalkan pengalaman yang berkesan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas melalui penguatan ekosistem serta berbagai solusi yang mampu mendukung kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” pungkas Adhika.

(rea/rir)


Add

as a preferred
source on Google





[Gambas:Video CNN]

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.