Ajang Sepak Bola Putri MilkLIfe Soccer Challenge Kembali Digelar di Sleman, Diikuti 1.294 Atlet

by -135 Views
Alkuztag dkhck0nnqnqc04o8eg0ht70twndev3qfiwtkp pk758au5m2gypeg8r4xcc6iefui20oa y0og1grzb9rmuurgtz2ztfskwwqumzggxxjvcjbd8kefjkbyt89cdexpnx xouh ggfih 4ulujf2ctpzfpbq7r6hvbes320
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026–2027 digelar pada 15 sampai 20 September 2026. MLSC Yogyakarta Seri 1 2026 berlokasi di dua tempat yakni Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Para pesepak bola putri Kelompok Umur (KU) 10 dan 12 kembali menunjukkan performa terbaik dan semangat di lapangan hijau.

MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026–2027 yang merupakan inisiasi dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife, diikuti total 1.294 atlet dari 76 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang terdiri 40 tim KU 10 serta 83 tim KU 12.

banner 336x280

Pada penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026–2027, terdapat 65 anak dari 19 Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar yang mengikuti Festival SenengSoccer. Dalam festival ini, para peserta Kelompok Umur 8 (kelahiran 1 Juli 2018 sampai dengan 31 Desember 2020)  dapat belajar teknik dasar sepak bola secara menyenangkan seperti lari zig-zag melewati rintangan, melakukan lemparan (throw-in), menggiring (dribbling) bola melewati cone, melakukan passing/tendangan ke arah gawang, melompat dua kaki, hingga berlari sampai finis lalu menekan tombol timer.

Bertujuan mempopulerkan sepak bola putri agar dapat membawa nama Indonesia ke pentas dunia di masa depan, MLSC Seri 1 2026–2027 digelar di 15 kota, yakni Tangerang, Semarang, Jakarta Raya (Jakarta Timur), Yogyakarta, Kudus, Bekasi, Jakarta Jaya (Jakarta Utara), Bandung, Surabaya, Garut, Malang, Solo, Samarinda, Banjarmasin, dan Jayapura. MLSC Seri 1 2026–2027 meneguhkan konsistensi sekaligus komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam membina bibit-bibit pesepak bola putri potensial.

Mengusung format pertandingan 7 vs 7, MilkLife Soccer Challenge berlangsung selama 2 x 10 menit untuk babak penyisihan hingga perempat final. Sementara babak semi final dan final, pertandingan digelar selama 2 x 15 menit. Dalam setiap pertandingan MilkLife Soccer Challenge, satu tim terdiri 7 pemain inti yang diperkuat 5 pemain cadangan, sehingga total tiap tim 12 orang. MilkLife Soccer Challenge adalah turnamen yang mendorong inklusivitas. Karenanya, seluruh pemain diizinkan berpartisipasi dalam pertandingan.

Ada sejumlah perubahan dalam penyelenggaraan MLSC Seri 1 2026–2027. Pertama, regulasi batasan umur. Kelompok Umur 10 (kelahiran 1 Juli 2016 sampai dengan 30 Juni 2018). Sementara itu, Kelompok  Umur 12 (kelahiran 1 Juli 2014 sampai dengan 30 Juni 2016). Perubahan kedua, terkait ukuran lapangan untuk KU 10. Ukuran lapangan yang sebelumnya 40 x 24 meter kini menjadi 42 x 26 meter.

Pelatih Timnas Wanita Indonesia, Satoru ‘Mochi’ Mochizuki, memantau langsung penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2026-2027 di Stadion Tridadi, Sabtu (19/9). Mochi mengatakan, penyelenggaraan sepakbola putri di level usia dini bisa merangsang ekosistem yang baik untuk menopang masa depan sepakbola putri tanah air. 

“Turnamen seperti ini bisa membentuk ekosistem sepakbola putri yang bagus karena ada penyelenggara, ada pemain, dan ada suporter juga. Jelas ini lingkungan yang bagus dan bisa berefek besar untuk sepakbola putri Indonesia.  Negara-negara dengan sepakbola yang kuat pasti punya lingkungan bagi anak-anak untuk bermain di manapun dan kapanpun. Indonesia sudah memulai hal itu. Kita tinggal melihat 5 sampai 10 tahun ke depan, ada hasil (bakat) yang bisa dipetik. Bahkan mungkin bisa berpartisipasi di Piala Dunia,” ucap Mochi.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menuturkan, dampak positif yang tercipta dari inisiatif pembinaan sepakbola putri sejak 2023 mulai terlihat. Terlihat dari semakin meluasnya geliat sepakbola di kalangan anak-anak perempuan di tanah air termasuk pada MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026–2027.  

“Secara garis besar, antusiasme peserta di Yogyakarta kali ini masih tinggi. Tetapi selain itu, kami mulai melihat adanya efek positif dari pengembangan sepakbola putri yang sudah dilakukan sejak 2023. Awalnya dari empat kabupaten, kemudian bertambah jadi 8 kota, 10 kota, 12 kota, sampai tahun ini di 15 kota. Kami banyak mendengar cerita anak-anak perempuan mulai percaya diri bermain sepakbola bersama anak laki. Ini menunjukkan anak perempuan mulai tertarik bermain sepakbola. Olahraganya semakin inklusif, tidak hanya terbatas di kalangan laki-laki saja. Fenomena ini tentu membuat kami semakin termotivasi untuk mengembangkan sepakbola putri di tanah air,” ucap Chandra.

Kisah inspiratif datang dari KU 12, SDN Baturetno pada penyelenggaraan kali ini berstatus sebagai debutan MilkLife Soccer Challenge. Meski ini merupakan  partisipasi pertama, tim asuhan Yohanes Sidiq Wijaya tersebut berhasil  melaju hingga perempat final.

“Saya melihat sepakbola putri semakin semarak, termasuk dengan MilkLife Soccer Challenge. Makanya tahun ini kami beranikan diri untuk ikut dan daftar. Sebetulnya kami masih mau mengukur level sejauh mana, ternyata rezekinya bisa terus melaju. Sebelum ke sini, kami memang lumayan serius seperti buka seleksi lalu masuk program latihan, sampai ke uji coba melawan beberapa sekolah yang lebih dulu ikut MLSC. Secara keseluruhan saya puas dengan hasil yang didapat, selain itu yang penting anak-anak kelihatan senang menikmati permainan,” ucap Wijaya.

Raut kekepuasan juga terpancar dari wajah pemain SDN Baturetno, Khayla Labiba Nasjmi, yang sepanjang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026–2027 mencetak 11 gol. Bagi Khayla, turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini jadi tapak awal bagi perjalanan panjang mimpinya menuju tim nasional. 

“Saya sudah main bola sejak kelas 4 SD, sekarang saya kelas 6. Awalnya karena sering lihat ayah main bola, terus banyak anak-anak laki yang sering main di dekat rumah, lama-kelamaan jadi ikutan juga. Saya merasa main bola itu menyenangkan, bisa ketemu banyak teman dan banyak lawan juga. Untuk persiapan ikut MLSC ini, saya semakin serius berlatih mulai dari passing, kemudian shooting, dan game. Semoga selanjutnya bisa ikut lagi, supaya bisa lanjut terus, cita-cita saya mau masuk tim nasional,” kata Khayla.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.