Bank BSN Lepas Portofolio Aset Rp522 Miliar untuk Perkuat Likuiditas

by -17 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menawarkan portofolio aset senilai Rp522,08 miliar kepada investor. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan nilai aset sekaligus memperkuat likuiditas perseroan.

banner 336x280

Penawaran tersebut dilakukan melalui agenda Investor Gathering Asset Sales yang digelar di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Bank BSN menawarkan sebanyak 648 aset properti yang tersebar di 25 wilayah operasional di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofyan Noor mengatakan, aset nonproduktif perlu dikelola secara aktif agar kembali memberikan nilai ekonomi bagi perusahaan.

“Bagi Bank BSN, aset pasif tidak boleh hanya berhenti sebagai angka di dalam laporan keuangan saja. Aset tersebut perlu dikelola, dipasarkan, dan dioptimalkan secara transparan serta prudent agar dapat kembali memiliki nilai ekonomi riil,” kata Alex.

Wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat mendominasi portofolio yang ditawarkan dengan total 346 aset senilai Rp178,3 miliar. Konsentrasi terbesar berada di Jakarta sebanyak 114 aset senilai Rp57,8 miliar dan Bandung sebanyak 110 aset senilai Rp56,1 miliar.

Meski jumlah asetnya lebih sedikit, wilayah Jawa Tengah dan DIY mencatat nilai portofolio terbesar, yakni Rp223,1 miliar dari 62 aset. Nilai tersebut ditopang aset di Semarang senilai Rp133,8 miliar dan Yogyakarta Rp82,6 miliar.

Sementara itu, aset di Sumatra mencapai 145 unit senilai Rp56,5 miliar. Sisanya tersebar di Kalimantan, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi.

Untuk mempercepat transaksi, Bank BSN menawarkan tiga mekanisme penjualan, yakni lelang terbuka, cessie atau pengalihan hak piutang kepada pihak ketiga, serta penjualan bersama antara bank dan nasabah.

“Mekanisme pertama adalah melalui jalur lelang terbuka yang transparan dan akuntabel. Mekanisme kedua menggunakan skema cessie atau pengalihan hak piutang secara komersial kepada pihak ketiga,” ujar Alex.

Bank BSN juga menyediakan katalog digital aset melalui platform terasrumahbsn.com untuk memudahkan investor meninjau lokasi, karakteristik, dan nilai aset yang ditawarkan.

Aksi penjualan aset tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan kinerja perusahaan pasca spin off dari BTN pada Desember 2025. Hingga Mei 2026, total aset Bank BSN tercatat mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh 23 persen secara tahunan.

Penyaluran pembiayaan mencapai Rp58,3 triliun atau meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 14 persen menjadi Rp60,6 triliun.

“Kemampuan menjaga efisiensi bisnis ini berhasil mengatrol laba tahun berjalan BSN tumbuh 40 persen secara tahunan menjadi Rp473 miliar,” kata Alex.

Bank BSN juga mengantongi peringkat kredit korporasi AA+ dengan prospek stabil dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang dinilai tetap kuat.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.