
Anak-anak bermain air (ilustrasi). Waspadai heat stroke pada anak.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Dosen Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Siti Rizki Fauziah mengingatkan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heat stroke pada anak di tengah cuaca panas ekstrem. Siti Rizki di Yogyakarta, Senin (15/6/2026), mengatakan anak-anak memiliki kerentanan lebih tinggi dibandingkan orang dewasa karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan.
“Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, sehingga sistem regulasi tubuh mereka belum sesempurna orang dewasa. Kondisi panas yang berlangsung terus-menerus memberikan beban lebih besar bagi tubuh anak,” ujarnya.
Menurut dia, kerentanan tersebut dipengaruhi oleh faktor fisiologis, yakni luas permukaan tubuh anak relatif lebih besar dibandingkan berat badannya sehingga tubuh mereka lebih cepat menyerap panas dari lingkungan sekitar.
Selain itu, produksi panas metabolik anak saat beraktivitas fisik cenderung lebih tinggi, sementara mekanisme pendinginan melalui penguapan keringat belum bekerja seefektif orang dewasa. Hal tersebut membuat proses pelepasan panas menjadi kurang efisien.
Siti Rizki menambahkan faktor perilaku juga menjadi perhatian. Anak-anak sering kali terlalu fokus bermain sehingga mengabaikan tanda-tanda awal kelelahan akibat panas (heat exhaustion), seperti haus, pusing, atau rasa lemas.
sumber : ANTARA










