Tokocrypto Tebar THR Rp250 Juta di Ramadan 2026, Ajak Masyarakat Bijak Investasi Kripto

by -12 Views
banner 468x60

Jakarta, 23 Februari 2026 – Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Tokocrypto menghadirkan kampanye spesial bertajuk “Ramadan Makin Berkah, THR Melimpah” dengan total hadiah mencapai Rp 250 juta. Program ini dirancang untuk mendorong semangat silaturahmi sekaligus meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam industri kripto dan Web3.

Melalui kampanye ini, pengguna diajak untuk memperbanyak silaturahmi dengan mengundang kerabat terdekat bergabung dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas di platform Tokocrypto. Setiap aktivitas yang dilakukan selama periode program akan membuka peluang untuk mengumpulkan THR Ramadan dengan total hadiah ratusan juta rupiah.

banner 336x280

Tak hanya itu, Tokocrypto juga menggelar rangkaian live streaming bersama para Key Opinion Leader (KOL) dan berbagai proyek kripto terkemuka. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai perkembangan industri kripto dan Web3, sekaligus mendekatkan ekosistem digital aset dengan pengguna di Indonesia.

Sebagai bagian dari inovasi Ramadan tahun ini, Tokocrypto turut menghadirkan fitur Gift Card kripto. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memberikan aset kripto sebagai hadiah atau THR kepada keluarga, kerabat, maupun rekan kerja secara praktis dan aman. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas adopsi kripto dalam aktivitas keseharian masyarakat, termasuk dalam tradisi berbagi di bulan suci.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat literasi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat di industri kripto secara sehat dan bertanggung jawab.

“Ramadan bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga tentang memperkuat nilai kebersamaan dan edukasi. Kami melihat momen ini sebagai peluang untuk menghadirkan program yang tidak hanya menarik secara reward, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang aset kripto dan teknologi Web3. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat bisa tetap produktif dan bijak dalam berinvestasi selama Ramadan,” ujar Calvin.

Fenomena “Ramadan Effect” di Pasar Kripto

Sejumlah riset terbaru tentang fenomena “Ramadan Effect” di pasar kripto mengindikasikan adanya perubahan pola perilaku investor selama bulan suci. Dalam lima tahun terakhir, pergerakan Bitcoin kerap mengalami tekanan saat Ramadan, dengan koreksi yang tercatat cukup dalam pada beberapa periode, seperti -21,71% (2021), -16,00% (2022), -3,73% (2023), dan -4,14% (2024).

Meski begitu, pola tersebut tidak selalu berulang secara ekstrem. Pada Ramadan 2025, penurunan Bitcoin relatif lebih terbatas, sekitar 4%, dengan harga ditutup di kisaran US$82.500 setelah dibuka di sekitar US$86.000. Tren serupa juga terlihat pada sejumlah aset kripto utama lainnya, termasuk Ethereum, XRP, Solana, dan BNB, yang sama-sama dipengaruhi perubahan aktivitas pasar selama periode Ramadan.

Riset internal Tokocrypto turut mencatat adanya pergeseran jam aktif investor ritel. Aktivitas transaksi cenderung melambat pada siang hari ketika masyarakat lebih fokus pada ibadah dan aktivitas Ramadan, lalu meningkat kembali pada malam hari setelah berbuka puasa hingga menjelang sahur. Selain itu, sebagian investor juga tercatat melakukan aksi ambil untung menjelang Ramadan, sehingga memunculkan tekanan jual di awal periode.

Calvin menilai perubahan pola ini wajar terjadi dan perlu disikapi dengan strategi yang lebih disiplin. “Selama Ramadan, perilaku pasar memang cenderung bergeser—aktivitas ritel bisa menurun di siang hari dan kembali ramai pada malam hari. Yang penting, investor tetap mengutamakan manajemen risiko dan tidak mengambil keputusan hanya karena tren musiman,” ujar Calvin.

Di tengah pola musiman tersebut, volatilitas tetap menjadi faktor yang patut diantisipasi. Meskipun imbal hasil pada periode Ramadan kerap lebih rendah, riset menunjukkan adanya kecenderungan volatilitas yang mengelompok (volatility clustering). Namun secara global, dinamika pasar kripto tetap banyak dipengaruhi faktor yang lebih luas, seperti kebijakan suku bunga bank sentral, regulasi, serta sentimen pasar internasional.

Memasuki Ramadan 2026, aspek perhitungan zakat sebesar 2,5% atas kepemilikan aset, termasuk kripto, juga berpotensi mendorong sebagian investor melakukan penyesuaian portofolio, yang dapat memengaruhi aktivitas jual beli di pasar domestik. Namun karena pasar kripto bersifat global, dampak tekanan tersebut dinilai cenderung terbatas dan tidak berdiri sendiri tanpa faktor pendorong lain.

Strategi Investasi Selama Ramadan

Tokocrypto mengimbau para trader dan investor untuk tetap mengedepankan analisis teknikal dan fundamental yang komprehensif selama Ramadan. Perubahan pola aktivitas harian, potensi likuidasi aset untuk kebutuhan zakat atau Idul Fitri, serta dinamika global perlu menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.

“Secara historis belum ada korelasi yang benar-benar konsisten antara Ramadan dan tren harga kripto. Karena itu, investor perlu tetap fokus pada manajemen risiko, disiplin strategi, dan memantau perkembangan pasar global. Dengan pemahaman yang baik, Ramadan justru bisa menjadi momentum refleksi sekaligus peluang,” tutup Calvin.

Melalui kombinasi program apresiasi, inovasi produk, dan edukasi pasar, Tokocrypto optimistis Ramadan 2026 dapat menjadi momen penuh berkah, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam memperluas literasi dan adopsi kripto di Indonesia.

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.