Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

by -24 Views
banner 468x60

PADANG, 1 Februari 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan tanggap darurat bencana banjir di Sungai Air Dingin, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (29/1). Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody menekankan dua hal utama, yaitu percepatan normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi irigasi dan pentingnya pelibatan masyarakat terdampak melalui skema padat karya.

Menteri Dody menegaskan bahwa penanganan darurat ini krusial bagi
aktivitas warga dan sektor pertanian. Oleh karena itu, ia menginstruksikan
jajarannya untuk bekerja secara intensif.

banner 336x280

“Kita percepat penyelesaian ini. Normalisasi sungainya kita
percepat. Saya sampaikan kepada Kepala BWS Sumatera V, kalau memang diperlukan,
minta tolong ke penyedia jasa untuk bekerja 24 jam,” tegas Menteri Dody di
lokasi peninjauan.

Selain aspek teknis, Menteri Dody menyoroti aspek sosial ekonomi
masyarakat pascabencana. Mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto,
Kementerian PU juga berupaya memastikan mata pencaharian warga tidak terputus
akibat bencana.

“Arahan Bapak Presiden Prabowo, mata pencaharian masyarakat
tidak boleh ikut putus. Makanya saya minta tim untuk memikirkan bagaimana
supaya ada program padat karya. Sehingga masyarakat yang terdampak bencana,
mata pencahariannya tidak berhenti dan tetap ada income,” ujar
Menteri Dody.

Menteri Dody juga menambahkan bahwa skema padat karya ini dapat
segera diterapkan pada tahapan pekerjaan teknis yang memungkinkan, seperti pada
pemasangan bronjong.

Dalam konteks ketahanan pangan, pemulihan suplai air ke lahan
pertanian menjadi prioritas utama menjelang musim tanam. Di kawasan ini
terdapat lahan sawah sekitar 700 hektare bergantung pada irigasi teknis dari
aliran sungai. Kementerian PU berkewajiban menyediakannya.

“Itu sudah menjadi kewajiban Kementerian PU untuk menyiapkan
air irigasi. Saya tidak mau sawah yang masih produktif kekurangan air atau
malah tidak ada air saat musim tanam,” ungkap Menteri Dody.

Saat ini air sungai telah dialirkan menggunakan pompa sementara
guna memastikan pasokan masuk ke saluran irigasi serta memenuhi kebutuhan air
bersih warga. “Air irigasi ini bukan hanya untuk sawah, tapi juga
digunakan untuk masyarakat sebagai air bersih. Jadi, dua hal ini harus kita
pastikan dengan cepat,” tambah Menteri Dody.

Saat ini, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS)
Sumatera V telah melakukan perbaikan alur sungai sepanjang 2.439 meter dan
perkuatan tebing sepanjang 1.916 meter. Langkah ini diambil untuk melindungi
Bendung Koto Tuo serta mengendalikan sedimen dan puing (debris) kayu.
Desain penanganan juga dilengkapi dengan sand pocket dan groundsill untuk
menjaga stabilitas dasar sungai.

Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menjelaskan bahwa
seluruh penanganan tanggap darurat ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga
bulan. Naryo Widodo menyatakan bahwa BWS Sumatera V telah mengerahkan sejumlah
alat berat berupa excavatordump truck, dan telah
menyediakan material yang dibutuhkan di lapangan antara lain berupa geobag,
bronjong, dan jumbo bag.

“Penanganan tanggap darurat ini diharapkan dapat segera
memulihkan fungsi sungai, menjamin suplai air irigasi dan air bersih bagi
masyarakat, serta mengurangi risiko banjir susulan di wilayah Sungai Air
Dingin,” jelas Naryo.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.