Ratusan Pelajar dari Berbagai Daerah Bahas Isu Global dalam AYIMUN Depok

by -3 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Sebanyak 315 pelajar dan mahasiswa dari 118 sekolah serta perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Depok Chapter pada 1-2 Agustus 2026. Konferensi ini menjadi forum bagi peserta untuk mendiskusikan isu pendidikan, keamanan digital, hingga kejahatan siber melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

banner 336x280

Peserta berasal dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi di Jabodetabek, Sukabumi, Sumatera Selatan, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, dan Bali. Kegiatan diselenggarakan International Global Network (IGN) bekerja sama dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Haraki di Depok.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang membuka kegiatan tersebut mengatakan konferensi semacam ini dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, seperti berpikir kritis, negosiasi, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, dan kolaborasi.

“Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hard skills, tetapi juga soft skills. Jadikan AYIMUN ini kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan membangun cita-cita membawa nama Indonesia di kancah dunia,” ujar Abdul Mu’ti.

Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan simulasi sidang internasional tersebut memberi ruang bagi peserta untuk belajar menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan pandangan, serta membangun kesepakatan melalui dialog.

“Melalui AYIMUN, peserta tidak hanya belajar menjadi delegasi sebuah negara, tetapi juga mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global,” katanya.

Presiden International Global Network Muhammad Fahrizal mengatakan perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru, mulai dari penyebaran misinformasi hingga meningkatnya ancaman kejahatan siber. Karena itu, menurut dia, penguatan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi perubahan.

“Berpikir kritis menjadi firewall terkuat yang kita miliki. Empati menjadi pertahanan terhadap kebencian di dunia maya, sedangkan komunikasi dan kerja sama menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan global,” ujarnya.

Direktur Pendidikan SIT Al Haraki Susi P. Krisnawan menilai kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan mitra internasional diperlukan untuk memperluas kesempatan pelajar mengikuti forum bertaraf global.

Konferensi AYIMUN Depok Chapter mengangkat tema Securing the Digital Future: Protecting Societies and Empowering the Next Generation. Peserta dibagi ke dalam dua dewan utama, yakni UNICEF dengan tema Ensuring Quality Education for Every Child bagi peserta usia 11-14 tahun serta UNODC dengan tema Mitigating the Worst Impacts of Illicit Online Activities: Illegal Gambling and Cybercrime bagi peserta berusia 15 tahun ke atas.

Selama konferensi, peserta mengikuti simulasi sidang PBB, negosiasi, hingga penyusunan rancangan resolusi yang dipandu fasilitator dari Indonesia, Prancis, dan Singapura.

Pemenang konferensi memperoleh beasiswa untuk mengikuti Asia World Model United Nations XV yang dijadwalkan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center pada 2-5 Oktober 2026.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.