Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera

by -36 Views
banner 468x60

JAKARTA, 28 Januari 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Dody melaporkan perkembangan penanganan pascabencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kementerian PU memastikan langkah penanganan dilakukan secara terpadu lintas sektor oleh Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis guna memulihkan infrastruktur dasar dan aktivitas masyarakat.

Dalam rapat kerja, Menteri Dody menyampaikan bahwa pemerintah telah bergerak cepat
merespons bencana tersebut. Kementerian PU mengerahkan lebih dari 1.377
personel internal, termasuk 402 Generasi Muda PU, serta memperoleh dukungan
langsung dari 1.366 personel TNI dan masyarakat.

banner 336x280

Di lapangan,
Kementerian PU juga memobilisasi 1.937 alat berat, 500 unit sarana prasarana
pendukung, dan 6.352 bahan material untuk mempercepat pemulihan di tiga
provinsi terdampak.

“Sejak 12
Desember 2025 lalu, kami juga telah meluncurkan program padat karya dengan
melibatkan lebih dari 30.100 tenaga kerja lokal, sehingga turut menggerakkan
perekonomian masyarakat setempat,” ungkap Menteri Dody.

Berdasarkan
data rekapitulasi per 27 Januari 2026, penanganan di bidang Bina Marga telah
menunjukkan hasil positif. Sebanyak 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan
nasional yang terdampak bencana telah berhasil dipulihkan dan fungsional.
Seluruh infrastruktur konektivitas tersebut tercatat telah mencapai kondisi
fungsional 100 persen per 30 Desember 2025. Kondisi ini menjadi tonggak penting
untuk memastikan jalur distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Pada sektor
Sumber Daya Air (SDA), penanganan difokuskan pada 31 daerah irigasi kewenangan
pusat dan 7 daerah irigasi kewenangan daerah. Saat ini, progres rehabilitasi
irigasi mencapai 23 persen. Di sektor ini, Kementerian PU berkoordinasi dengan
Kementerian Pertanian untuk memprioritaskan jaringan irigasi yang mengairi
sawah-sawah yang telah memasuki masa tanam.

Untuk
penanganan sungai, fokus utama adalah normalisasi dan pengamanan alur dari
banjir susulan. Dari 77 sungai nasional yang terdampak, progres fisik telah
mencapai 52 persen dengan target penyelesaian pada Oktober 2026. Rencana
penanganan ini juga mencakup pembangunan pengendali sedimen seperti sabo dam dan cek
dam
.

“Kami
sudah mengidentifikasikan jika hujan masih sangat lebat di daerah hulu, baik di
Aceh, Sumatera Utara atau Sumatera Barat maka sedimennya, bawa pasir maupun
kayu masih sangat mungkin turun ke daerah-daerah hilir. Jadi kami mengusulkan
pembangunan beberapa sabo dam dan cek
dam
 yang kami targetkan
selesai paling lama Oktober 2028,” jelas Menteri Dody.

Sementara
itu, d
i
bidang Cipta Karya, prioritas utama adalah pemulihan layanan dasar. Dari 176
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak, sekitar 70 persen telah
berhasil dipulihkan dan ditargetkan fungsional penuh pada 15 Februari 2026.
Sedangkan untuk penanganan sektor sanitasi, termasuk Instalasi Pengolahan
Lumpur Tinja (IPLT) dan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah, telah mencapai 83
persen dengan target penyelesaian pada tanggal yang sama.

Sebagai
dukungan tambahan air bersih, Kementerian PU juga membangun sumur bor baru.
Progres pembuatan sumur bor dalam mencapai 15 persen, sedangkan sumur bor
dangkal mencapai 53 persen. Seluruh sumur bor ditargetkan rampung sebelum bulan
Ramadhan untuk mendukung operasional SPAM dan kebutuhan warga.

Pada Bidang
Prasarana Strategis, pembersihan lumpur pada fasilitas umum dilakukan di 171
lokasi, di mana 120 lokasi di antaranya telah kembali fungsional. Pembangunan
1.217 unit hunian sementara (huntara) terus berjalan, beriringan dengan
penyiapan puskesmas darurat yang ditargetkan fungsional sebelum 15 Februari
2026.

Menutup
laporannya, Menteri Dody menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga mutu
infrastruktur pascabencana. “Kami terus mengawal pemulihan ini agar tidak
hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan, sehingga infrastruktur
yang dibangun kembali lebih tangguh dan mampu mendukung pemulihan ekonomi
masyarakat,” kata Menteri Dody.

Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.