
Jamaah calon haji kloter pertama embarkasi Banten tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/4/2026). Sebanyak 391 jamaah kloter pertama dari embarkasi Banten secara resmi dilepas oleh Menteri Haji dan Umroh M Irfan Yusuf didampingin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco untuk diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menyiapkan lebih dari 80 ribu kiloliter (KL) avtur untuk mendukung kebutuhan penerbangan haji 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran mobilitas udara jamaah.
Layanan penerbangan haji tahun ini berlangsung dalam dua fase, yakni fase I pada 22 April–21 Mei 2026 dan fase II pada 1–30 Juni 2026. Pada periode tersebut, PPN menjaga kesiapan operasional dan keandalan pasokan avtur di seluruh titik layanan.
Corporate Secretary PPN Roberth MV Dumatubun menyampaikan, perusahaan mengandalkan sistem rantai pasok terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Pertamina Patra Niaga memastikan keandalan suplai avtur di seluruh titik layanan penerbangan haji melalui sistem rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari kilang, fuel terminal, aviation fuel terminal hingga layanan into-plane,” kata Roberth di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Sebagai subholding downstream Pertamina, perusahaan memegang peran penting dalam penyediaan energi sektor aviasi nasional. Dukungan tersebut tercermin melalui layanan operasional di 14 lokasi embarkasi haji. Lokasinya meliputi Bandara Sultan Iskandar Muda, Minangkabau, Hang Nadim, Kualanamu, Sultan Mahmud Badaruddin II, Soekarno-Hatta, Kertajati, Adi Soemarmo, Juanda, Lombok International Airport (BIL), Sepinggan, Syamsudin Noor, Hasanuddin, serta Yogyakarta International Airport (YIA) yang menjadi embarkasi baru pada 2026.
Distribusi avtur dirancang menjangkau bandara embarkasi utama hingga bandara penyangga logistik.












