Mudah Ikut Tren, Pencegahan Vape di Remaja Harus Dimulai dari Edukasi

by -2 Views
banner 468x60


Baliho tanda larangan rokok dan wajib masker dipasang di jalur pedestrian Malioboro, Yogyakarta, Ahad (15/11). Untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19 di Malioboro, kini selain wajib masker juga menjadi kawasan tanpa rokok. Ada beberapa titik yang dijadikan sebagai kawasan khusus untuk merokok. Selain itu, ini juga untuk menambah kenyamanan pengunjung ikon wisata Jogja ini.

banner 336x280

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mencegah remaja menggunakan vape, menurut Guru Besar dalam Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR perlu melibatkan semua pihak. Edukasi tidak bisa dilakukan hanya ke remaja.

“Edukasi harus dilakukan oleh semua pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga institusi pendidikan,” kata Agus saat dihubungi, Selasa (15/4/2026).



Edukasi menjadi langkah utama untuk menekan penggunaan vape. Terutama karena remaja berada pada fase mudah terpengaruh lingkungan dan tren.

Upaya pencegahan tidak cukup dilakukan satu kali, tetapi, harus berulang dan konsisten agar remaja memahami risiko kesehatan dari penggunaan vape.

Tanpa edukasi yang kuat, lanjut Agus, remaja cenderung melihat vape sebagai hal yang aman dan wajar untuk dicoba.

Agus menilai tantangan utama dalam pencegahan adalah masifnya promosi vape yang membangun citra sebagai bagian dari gaya hidup modern.

“Remaja cenderung meniru apa yang dilihat. Promosi yang masif membuat vape dianggap sebagai bagian dari gaya hidup,” ujar dia.

Persepsi tersebut membuat banyak remaja mencoba vape tanpa memahami kandungan zat berbahaya di dalamnya. Termasuk nikotin yang bersifat adiktif.

Menurut dia, peran keluarga menjadi penting dalam memberikan pemahaman sejak dini serta mengawasi perilaku anak di lingkungan sehari-hari.

Selain itu, sekolah juga perlu aktif memberikan edukasi kesehatan serta menciptakan lingkungan yang tidak mendukung penggunaan vape di kalangan pelajar. Agus juga menilai intervensi dari pemerintah diperlukan untuk memperkuat edukasi publik serta mengendalikan promosi yang menyasar anak muda.

Tanpa langkah pencegahan yang terstruktur dan berkelanjutan, penggunaan vape pada remaja berpotensi meningkat dan menimbulkan dampak kesehatan di masa depan.

sumber : Antara


Advertisement

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.