Yogyakarta, CNN Indonesia —
Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan sebanyak 1.000 siswa untuk menyambut kedatangan Presiden RI, Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi ke DI Yogyakarta (DIY), Rabu (8/7) besok.
Hal itu dilakukan di saat para siswa tersebut sedang dalam masa libur sekolah pascapembagian rapor.
“Kita siapkan seribu anak SD dan SMP,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi saat dihubungi, Selasa (7/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia bilang seribu siswa itu nantinya akan ditempatkan di pintu keluar Bandara Adisutjipto, Sleman, DIY.
Para siswa itu dibagi ke dalam dua sif untuk menyambut dan melepas dua pemimpin negara tersebut.
Mustadi menerangkan 500 siswa pertama menyambut kedatangan Prabowo-Modi sebelum menuju Candi Prambanan, sekitar pukul 10.00 WIB.
Sisa 500 siswa lainnya ditempatkan saat Prabowo-Modi kembali ke bandara sekitar pukul 12.00 WIB.
Sesuai rencana, para siswa ini nantinya akan mengenakan busana adat Jawa.
Menurutnya langkah mempersiapkan seribuan siswa itu merupakan arahan dari pemerintah pusat. Dia mengaku hal tersebut dilaksanakan atas instruksi dari Sekretariat Presiden yang ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi daerah.
“Itu dari protokolnya Presiden, tidak ada (inisiatif) yang dari pemda, ini semua langsung dari protokolnya Presiden,” kata Mustadi.
Mustadi mengaku pihaknya menyadari bahwa penyambutan besok ini masih bertepatan dengan masa liburan sekolah para siswa. Namun demikian, di sisi lain pemkab merasa wajib untuk melaksanakan instruksi dari pusat tersebut.
“Ya prinsipnya karena itu satu memang dari instruksi dari atas, kemudian pemda menyambut baik dengan perintah itu ya memang harus kita kondisikan. Jadi harus kita kondisikan dengan korwil, dengan kepala sekolah, dengan pengawas, biar kita bisa laksanakan, intinya seperti itu saja,” imbuh Mustadi.
Bukan cuma itu, Mustadi juga menyadari betul permintaan Prabowo kepada seluruh kepala daerah supaya tidak mengerahkan siswa sekolah untuk menyambut dirinya saat melakukan kunjungan kerja.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Jembatan Kabanaran di Bantul, DIY, pada 19 November 2025 lalu.
Akan tetapi, Mustadi menegaskan Pemkab Sleman hanya berusaha untuk mematuhi bunyi instruksi dari Sekretariat Presiden itu.
“Saya tidak tahu (dasar penyambutan), tapi kenyataannya dari Sekretariat Presiden seperti itu, dari kemarin seperti itu,” kata dia.
“Terus Pak Bupati dawuh (perintah) kemarin, saya ditimbali (dipanggil) pak bupati, teman-teman prokompim, OPD-OPD [organisasi perangkat daerah] ya sudah terus saya siapkan, sejak kemarin semalam, kemudian hari ini sudah kita siapkan intinya seperti itu, terkondisilah gitu,” ujar Mustadi.
(kum/kid)
Add
as a preferred
source on Google













