Maraton Kreativitas 48 Jam Global Game Jam Makassar 2026 Lahirkan 10 Gim Karya Talenta Lokal

by -13 Views
banner 468x60

50 talenta, 48 jam, dan 10 gim lahir dari Global Game Jam Makassar 2026. Ruang kolaborasi yang difasilitasi Telkom mendorong kreativitas industri gim lokal

Upaya penguatan ekosistem industri gim nasional kembali tercermin melalui penyelenggaraan Global Game Jam Makassar 2026 yang digelar pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di Indibiz KTI, Gedung Telkom Regional 5, Kota Makassar. Kegiatan ini menjadi bagian dari ajang pengembangan gim berskala global yang berlangsung serentak di berbagai negara selama 48 jam, mempertemukan para talenta untuk berkolaborasi dan menciptakan gim dalam waktu singkat.

banner 336x280

Tahun ini, GGJ Makassar diikuti oleh 50 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga pegiat industri kreatif digital. Selama 48 jam, peserta bekerja secara kolaboratif dalam tim dengan pembagian peran sebagai project manager, artist, dan programmer untuk mengembangkan gim sesuai konsep yang telah disepakati.

Hari pertama, Jumat (30 Januari 2026), dibuka dengan sambutan dari Telkom selaku tuan rumah yang diwakili oleh Lutfi Sirajs D. Pada kesempatan tersebut, Telkom menyampaikan pemaparan mengenai peran strategis desain UI/UX dalam pengembangan gim dan produk digital, sekaligus memperkenalkan Indibiz sebagai enabler ekosistem bisnis dan industri kreatif digital melalui penyediaan infrastruktur serta solusi digital yang terintegrasi. Kegiatan pembukaan ini turut dihadiri Ahmad Yusran Arief, Fungsional Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, yang memberikan sambutan dan motivasi kepada peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan talenta gim dan penguatan ekonomi kreatif digital.

Masih pada hari yang sama, sebelum pembagian tim, peserta mengikuti workshop dasar perancangan dan pengembangan gim yang dibawakan oleh Ketua Komunitas Makassar Game Developer (MAGER), Farhan Ramadhani Irsyad Samad Suhaeb. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar gim serta faktor penentunya, seperti kontrol, tujuan permainan, metode, dan tantangan, sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai elemen utama game design, mulai dari cerita, desain level dan dunia permainan, keseimbangan dan progresi, fitur multipemain, UI/UX, aspek visual, hingga mekanik gameplay.

Hari kedua, Sabtu (31 Januari 2026), difokuskan pada proses pengembangan gim secara intensif. Peserta mulai merancang visual, menyusun mekanik permainan, serta menulis kode program sesuai konsep yang telah disepakati. Beragam tantangan teknis dan kreatif muncul selama proses ini, mulai dari penyesuaian desain hingga penyelesaian bug, yang disikapi melalui diskusi dan kolaborasi antaranggota tim.

Ketua Acara Global Game Jam Makassar 2026, Dzar Ghifari, menilai dinamika tersebut sebagai bagian penting dari pengalaman belajar peserta.

“Global Game Jam bukan sekadar menghasilkan gim, tetapi juga melatih peserta untuk bekerja kolaboratif, berpikir cepat, dan beradaptasi dengan keterbatasan waktu, sebagaimana yang terjadi di industri gim sesungguhnya,” ujarnya.

Menjelang malam, sejumlah tim memilih melanjutkan pengembangan hingga larut untuk menyempurnakan fitur, meningkatkan kualitas visual, serta memperbaiki kendala teknis. Meski berlangsung intens, suasana kebersamaan dan semangat kolaborasi tetap terasa di sepanjang kegiatan.

Hari terakhir, Minggu (1 Februari 2026), diisi dengan tahap finalisasi dan presentasi gim. Dari rangkaian proses selama 48 jam tersebut, sebanyak 10 gim berhasil dikembangkan, yakni Who Am I?, MEKUBI, MASK’TTEERS, Mask Adventure, Secret Identity, Sito’bo’, Mask Ara, King in Disguise, Dark Mind, dan Masked Monster. Seluruh gim dipresentasikan di hadapan peserta lain dan panitia, menampilkan beragam konsep, pendekatan visual, serta mekanik permainan.

Salah satu gim yang menonjol adalah Sito’bo’, yang mengangkat unsur budaya Makassar sebagai dasar cerita dan mekanik permainan. Gim ini mengusung konsep pertarungan sederhana dengan sentuhan estetika gim 3D era awal, dipadukan dengan tema Global Game Jam 2026, mask. Narasi Sito’bo’ terinspirasi dari kisah To Manurung, makhluk surgawi yang dikutuk menjadi roh dan harus saling berhadapan dalam ritual sakral untuk membebaskan diri.

Selain itu, gim Secret Identity juga mendapat perhatian melalui pendekatan gaya visual (art style) yang kuat. Gim ini mengisahkan kehidupan ganda seorang pebisnis dan vigilante, di mana pemain harus mengelola dua identitas secara bersamaan tanpa mengungkap jati diri yang sebenarnya.

Salah satu peserta, Muh Rio Sahri Syawal, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), menyampaikan bahwa Global Game Jam memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami belajar bagaimana bekerja dalam tim, mengelola waktu, dan mengubah ide menjadi gim yang bisa dimainkan. Pengalaman ini sangat berharga,” ujarnya.

Penyelenggaraan Global Game Jam Makassar 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem industri gim dan kreatif digital. Kegiatan ini diinisiasi oleh Makassar Game Developer (MAGER) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Asosiasi Game Indonesia, dengan dukungan sejumlah mitra strategis. Dukungan tersebut datang dari para sponsor, antara lain Agate Academy, Indibiz KTI (Telkom), Jenius Komputer Center, Axioo, Yellow Hearts, dan Nuon, serta diperkuat oleh keterlibatan berbagai komunitas dan institusi pendukung, seperti AI Center Makassar, KAORI Nusantara, Google Developer Group On Campus Universitas Hasanuddin, Google Developer Group On Campus Universitas Negeri Makassar, Tombol Start, Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika & Komputer Universitas Negeri Makassar, Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar, dan Coder Institute, yang turut memperkaya ekosistem kolaborasi kegiatan ini.

Melalui kegiatan ini, Global Game Jam Makassar diharapkan dapat terus menjadi wadah kolaborasi dan pengembangan talenta gim lokal, sekaligus memperkuat kontribusi Makassar dalam ekosistem industri gim nasional dan global.

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.