
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH TAMIANG – Mahasiswa dan dosen UPN Veteran Jakarta membantu pemulihan masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang melalui layanan kesehatan dan dukungan psikososial. Program tersebut dijalankan lewat kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kemanusiaan, beberapa waktu lalu.
Sebanyak 25 mahasiswa diterjunkan ke tiga desa di Kecamatan Manyak Payed, yakni Desa Pahlawan, Desa Seuneubok Cantek, dan Desa Gelanggang Merak. Selama dua pekan, mahasiswa tinggal bersama warga untuk membantu proses pemulihan pascabencana.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan empat dosen UPN Veteran Jakarta, yakni Damora Rhakasywi, Firlia Ayu Arini, Rosalia Dika Agustanti, dan Windhiadi Yoga.
Program kemanusiaan itu juga melibatkan perguruan tinggi yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS-PTN Barat). Di lapangan, tim UPN Veteran Jakarta berkolaborasi dengan dosen dan mahasiswa dari Universitas Samudra, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serta Universitas Negeri Yogyakarta.
Pascabanjir bandang, warga Aceh Tamiang menghadapi berbagai persoalan kesehatan seperti penyakit kulit, batuk pilek, hingga demam akibat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Untuk membantu penanganan kesehatan masyarakat, mahasiswa di Desa Seuneubok Cantek bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Manyak Payed dan kader kesehatan setempat menggelar screening kesehatan serta pengobatan gratis pada 7 Februari 2026.
Warga mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan fisik, konsultasi dokter spesialis, hingga pembagian vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan medis.
Mahasiswa turut membantu registrasi, pendataan pasien, hingga mendampingi proses pemeriksaan kesehatan. Mereka juga melakukan kunjungan door-to-door bagi warga lanjut usia dan masyarakat yang tidak dapat datang ke lokasi pelayanan kesehatan.
Kolaborasi lanjutan dilakukan pada 14-15 Februari 2026 bersama BPH Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui kegiatan kemanusiaan di Desa Simpang Opak.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu pendataan warga, screening kesehatan, pengobatan gratis, hingga distribusi ratusan paket sembako bagi masyarakat terdampak banjir.
Koordinator wilayah kegiatan, Firlia Ayu mengatakan, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa dalam memahami penanganan pascabencana secara langsung.
“Semoga apa yang telah kami lakukan bersama-sama ini dapat memberikan manfaat yang besar dan nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang yang sedang berjuang pulih,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Program kesehatan kolaboratif tersebut menunjukkan sinergi perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan pemerintah dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.











