
Jakarta, CNN Indonesia —
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengungkapkanĀ simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp5 miliar mencatat pertumbuhan tertinggi dibandingkan kelompok simpanan lainnya hingga Juni 2026.
Anggito mengatakan simpanan pada kelompok tersebut tumbuh 15,44 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan itu didominasi oleh dana milik korporasi.
“Sementara nasabah di atas Rp5 miliar meningkat 15,44 persen, didominasi oleh saldo dana dari korporasi,” ujar Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anggito, pertumbuhan simpanan tidak hanya terjadi pada kelompok nasabah besar. Seluruh kelompok simpanan masih mencatatkan kenaikan, mulai dari saldo di bawah Rp100 juta hingga di atas Rp5 miliar.
Ia menjelaskan simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta, yang merupakan mayoritas rekening milik perorangan, tumbuh 5,16 persen secara tahunan.
Sementara itu, simpanan perorangan dengan saldo di bawah Rp5 juta meningkat 7,36 persen, sedangkan kelompok Rp5 juta hingga Rp10 juta tumbuh 10,01 persen.
Untuk kelompok simpanan yang lebih besar, saldo Rp100 juta hingga Rp200 juta tumbuh 4,2 persen. Kemudian saldo Rp200 juta hingga Rp500 juta naik 3,07 persen, saldo Rp500 juta hingga Rp1 miliar meningkat 2,32 persen.
Kemudian, pemilik saldo Rp1 miliar hingga Rp2 miliar tumbuh 2,67 persen, serta saldo Rp2 miliar hingga Rp5 miliar naik 2,78 persen.
Anggito mengatakan pertumbuhan di seluruh kelompok simpanan tersebut menunjukkan kondisi dana masyarakat di perbankan masih terjaga.
“Per Juni pertumbuhan tahunan simpanan lintas kelompok tumbuh sekitar 0,78 persen sampai 15,44 persen, tergantung kelompok mana yang dilihat. Hal ini memberikan indikasi bahwa secara agregat kemampuan menabung di semua kelompok masih terjaga,” pungkasnya.
(ldy/sfr)












