
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian dalam rilis kasus di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Praktik sindikat love scamming internasional yang dikendalikan dari sebuah markas di kawasan Jalan Gito Gati, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akhirnya terbongkar. Polisi mengungkap jaringan ini menargetkan perolehan minimal 2 juta koin per bulannya, dengan nilai konversi 16 koin setara 5 dolar Amerika Serikat.
Ada enam tersangka yang sudah ditetapkan oleh Polresta Yogyakarta dalam kasus love scamming internasional antara lain R (35 tahun) selaku CEO atau pemilik perusahaan, H (33 tahun) sebagai HRD, P (28 tahun) dan M (28 tahun) sebagai project manager, serta V (28 tahun) dan G (22 tahun) yang berperan sebagai team leader.
“Jadi kalau dihitung secara kalkulasi, per shift itu dapat menghasilkan sebesar 10 miliar lebih per bulannya satu shift. Sedangkan mereka dalam pelaksanaan pekerjaannya dibagi ke dalam tiga shift,” ucap Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian dalam rilis kasus di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari patroli siber yang mencurigai aktivitas di lokasi tersebut. Hasil penyelidikan mengarah pada aktivitas perusahaan PT Altair Trans Service yang diketahui menjalankan praktik penipuan berkedok percakapan di aplikasi kencan daring.
Adrian menyebut perusahaan ini disebut bekerja sama dengan China dan telah berjalan hampir satu tahun. Setiap shift dibebani target pengumpulan koin yang nilainya sangat besar.
Para karyawan yang direkrut atau agen berperan sebagai pengendali chat dengan identitas palsu sesuai negara asal target korban, yakni Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. “Karyawan lakukan pendekatan bujuk rayu, dengan tujuan korban melakukan transaksi pembelian koin dan kirim gift,” ujarnya.












