Liburan yang Bukan Sekedar Rekreasi, Tetapi Merawat Silaturahmi

by -1 Views
banner 468x60


Image

Iwan Gustiawan Fadwi



banner 336x280

Piknik | 2026-07-24 18:35:38

Poto Jogja Dokumen Pribadi

Tidak semua warisan dapat disimpan di dalam brankas. Ada warisan yang hanya akan tetap hidup jika dirawat dengan hati.

Warisan itu adalah silaturahmi.

Ketika Ayah dan Emak masih ada, kami tidak pernah memikirkan siapa yang akan mengumpulkan keluarga. Setiap hari raya, setiap acara keluarga, bahkan sekadar makan bersama, seolah terjadi begitu saja. Ayah dan Emak adalah pusat orbit yang membuat anak-anaknya selalu kembali.

Namun sejak keduanya dipanggil Allah Swt., kami mulai menyadari sebuah kenyataan yang sering luput disadari banyak orang: ketika orang tua tiada, ujian sesungguhnya bukan hanya menerima kehilangan, tetapi menjaga agar persaudaraan tidak ikut kehilangan arah.

Karena itulah kami memutuskan berlibur ke Yogyakarta. Bukan sekedar mencari udara sejuk atau menikmati keindahan kota budaya itu, tetapi untuk merawat sesuatu yang jauh lebih berharga. Kami berangkat hanya bersama keluarga inti—saudara kandung dan pasangan masing-masing—tanpa membawa anak-anak dan cucu. Kami ingin memiliki waktu untuk kembali menjadi kakak dan adik, sebagaimana dahulu ketika Ayah dan Emak masih membersamai kami.

Di sela perjalanan, canda yang sederhana ternyata mampu menghidupkan kembali kenangan masa kecil. Cerita-cerita lama yang mungkin sudah puluhan tahun tidak pernah diungkapkan kembali mengalir begitu saja. Sesekali kami tertawa, sesekali mengingat karena menyadari betapa besar peran Ayah dan Emak dalam menjaga kami tetap bersatu.

Saat itulah kami memahami bahwa orang tua bukan hanya membesarkan anak-anaknya, tetapi juga sedang menanam pohon silaturahmi yang kelak harus dirawat oleh anak-anaknya sendiri.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Silaturahmi dalam Islam bukan sekedar bertemu atau bersalaman. Ia adalah ikhtiar menjaga kasih sayang, menghapus prasangka, memperkuat persaudaraan, dan memastikan tidak ada hati yang merasa ditinggalkan.

Kami percaya, mungkin inilah salah satu bentuk bakti yang masih dapat kami persembahkan kepada Ayah dan Emak. Kami tidak lagi bisa memeluk mereka. Tidak lagi bisa meminta nasihat mereka. Namun kami masih bisa menjaga apa yang paling mereka cintai: anak-anaknya tetap saling menyayangi.

Allah SWT berfirman:

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa : 1).

Ayat ini mengingatkan bahwa menjaga hubungan keluarga bukan hanya urusan adat atau budaya, tetapi bagian dari ketakwaan kepada Allah.

Yogyakarta kali ini bukan sekedar tujuan perjalanan. Kota ini menjadi saksi bahwa kami sedang berusaha menjaga warisan yang tidak tertulis dalam surat wasiat, tetapi tertanam dalam kasih sayang Ayah dan Emak.

Poto: Dok Pribadi

Semoga mereka berdua dilapangkan didalam kuburnya, diterangi dengan cahaya iman, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan di surga terbaik di sisi Allah Swt. Dan semoga kami, anak-anak yang mereka tinggalkan, tetap dipersatukan dalam kasih sayang hingga kelak dipertemukan kembali di surga-Nya.

Sebab pada akhirnya, warisan terindah bukanlah rumah, tanah, atau harta benda. Warisan yang paling berharga adalah keluarga yang tetap saling berpegangan tangan, meski tangan Ayah dan Emak telah terlebih dahulu ditinggalkan untuk kembali kepada Rabb-nya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Terpopuler di

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.