Laut Jawa Menghangat, Cuaca Ekstrem di DIY Rusak Rumah dan Tumbangkan Pohon

by -5 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Ahad (5/4/2026). Cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerusakan rumah warga serta banyaknya pohon tumbang di beberapa titik.

banner 336x280

Sejumlah wilayah terdampak antara lain Kota Yogyakarta, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Bantul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat, selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan akses jalan sempat terganggu akibat tertutup pohon tumbang.



“Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem terjadi di enam titik lokasi, yakni di Kemantren Wirobrajan satu titik, Gondokusuman dua titik, Jetis dua titik, dan Tegalrejo satu titik. Dampaknya, terdapat tiga pohon tumbang dan tiga unit rumah rusak,” demikian laporan Situation Report atau laporan situasi BPBD DIY, dikutip Republika, Senin (6/4/2026).

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah pohon tumbang hingga menutup akses jalan serta merusak satu jaringan listrik warga. Sementara Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di delapan titik, mayoritas berada di wilayah Imogiri.

Dampaknya, tiga unit rumah warga mengalami kerusakan, enam pohon tumbang, dua kandang ternak rusak, serta dua akses jalan sempat tertutup material pohon. Dampak terparah terjadi di Kabupaten Bantul, dengan delapan titik dilanda cuaca ekstrim, yakni di Kapanewon Imogiri tujuh titik dan satu titik di kapanewon Sedayu. Data dalam laporan situasi BPBD DIY ini sifatnya sementara dan dapat berubah sesuai pemutakhiran data dari masing-masing wilayah terdampak.

Imbauan juga datang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta kepada masyarakat agar mewaspadai perubahan cuaca mendadak di DIY beberapa hari ke depan. “Masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat terjadi dalam waktu singkat selama periode transisi ini,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Feriomex Hutagalung dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, kata dia, selama musim peralihan dari hujan ke kemarau, masyarakat diimbau menjaga kesehatan saat cuaca panas dengan cukup minum, membatasi aktivitas siang hari, dan menghindari risiko kebakaran. “Perbarui informasi cuaca berkala melalui situs resmi BMKG, serta lakukan koordinasi dengan pihak terkait kebencanaan seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan sebagainya,” katanya.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.