
Jakarta, CNN Indonesia —
Lagu ‘Bayar, bayar, bayar’ oleh Band Punk Sukatani berkumandang di aksi Kamisan #Indonesiagelap di Jakarta pada Kamis (20/2) sore.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, lagu itu berkumandang dalam aksi Kamisan hari ini. Lagu itu diputar seraya massa aksi tengah menggelar aksi di depan kawasan Monas, Jakarta.
Di dalam video yang diunggah akun Youtube ‘Jakartanicus’ pada menit ke 44, beberapa peserta aksi ikut menyanyi lagu yang menyindir polisi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukatani Band mengunggah permintaan maaf terbuka kepada institusi Polri terkait single Bayar Bayar Bayar. Permintaan maaf tersebut diunggah lantaran lagu itu mengandung lirik tentang bayar oknum polisi.
Alectroguy dan Twister Angel lalu menjelaskan bahwa lagu itu diciptakan untuk oknum polisi yang melanggar aturan dengan sindiran ‘bayar polisi’.
Lagu itu kemudian viral di media sosial hingga secara tiba-tiba personel Sukatani, Syifa Al Lufti alias Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel, meminta maaf melalui akun resmi band tersebut.
Mereka kemudian memastikan lagu tersebut sudah ditarik dari semua layanan streaming, serta kembali meminta maaf atas tindakan tersebut.
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul lagu Bayar Bayar Bayar yang liriknya ‘bayar polisi’ yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial,” ujar Alectroguy via Instagram, Kamis (20/2).
“Sebenarnya lagu itu saya ciptakan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan. Saya telah mencabut dan menarik lagu ciptaan kami yang berjudul Bayar Bayar Bayar, lirik lagu bayar polisi,” tambahnya.
Massa Aliansi Jogja Memanggil peserta aksi unjuk rasa bertajuk #BersamaRakyat meyakini lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ karya Band Punk Sukatani yang telah ditarik imbas adanya tekanan.
Salah seorang peserta aksi dengan pengeras suara dari mobil komando mengatakan, Sukatani telah menjadi korban represi atas kebebasan berekspresi dan berkesenian.
“Sukatani jadi korban represi, mereka kena represi,” kata peserta aksi itu di depan Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Kamis (20/2).
Padahal, menurutnya, lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ tersebut adalah wujud keresahan oknum anggota kepolisian.
(dal/mnf)