Jakarta, CNN Indonesia —
Usaha tenun Songket Mak De di Kecamatan Betara, Tanjung Jabung Barat, Jambi berkembang pesat seiring dukungan program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan PetroChina International Jabung Ltd. Di balik usaha ini, ada sosok Nurfidah, perajin asal Palembang yang telah menekuni keterampilan menenun songket sejak 1995.
Berbekal keterampilan yang diperoleh turun-temurun itu, Nurfidah membuat motif songket yang disesuaikan kekayaan budaya dan keragaman khas Tanjung Jabung Barat. Jika dulu alat tenun, bahan baku benang, dan perlengkapan lain didatangkan dari Palembang, kini Songket Mak De bertumbuh menjadi identitas kerajinan lokal yang memiliki ciri tersendiri.
Sejak 2023, Nurfidah tercatat sebagai salah satu penerima manfaat program CSR PetroChina di bidang pemberdayaan ekonomi. Melalui dukungan tersebut, ia terus mengembangkan usahanya dengan merek Songket Mak De, hingga memperluas peluang ekonomi berbasis kerajinan di wilayah setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun bantuan yang diberikan PetroChina mencakup dua unit alat tenun, puluhan gulung benang sutra dan katun, benang emas, pewarna benang, bangsal kerja berukuran 5×10 meter, satu unit mesin jahit, dua lemari etalase, serta tiga gantungan kain. Dukungan ini bertujuan memperkuat kapasitas produksi, serta menunjang proses kerja para perajin.
Pada saat bersamaan, penguatan kapasitas sumber daya manusia juga terus digenjot. Pada 2024, salah satu anggota kelompok Songket Mak De, Marini, mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi di Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas produk dan daya saing kerajinan songket lokal.
Saat ini, Songket Mak De telah mencatatkan dua motif ke Kementerian Hukum dan HAM melalui Surat Pendaftaran Ciptaan, yakni motif Buah Lakum dan Buah Pidada. Perlindungan kekayaan intelektual ini dinilai penting untuk menjaga orisinalitas karya dan memperkuat nilai tambah produk.
Selain dua motif yang telah mendapatkan perlindungan hukum, Songket Mak De juga mengembangkan berbagai motif yang terinspirasi dari kekhasan daerah Tanjung Jabung Barat, seperti Kapal Layar, Udang Ketak, Kerang, Rumah Adat, dan Daun Putat. Ragam motif tersebut menjadi bukti adaptasi kerajinan tradisional dengan identitas lokal.
(rea/rir)
Add

as a preferred
source on Google










