
Pekerja menyaring bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis solar (Petasol) sebelum digunakan di KSM Pilah Berkah, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (9/7/2026). Pemerintah Kabupaten Bantul, BRIN, dan Pertamina Foundation berkolaborasi mengembangkan mesin pirolisis yang mampu mengolah sekitar 50 kilogram sampah plastik menjadi 48 liter BBM alternatif jenis solar (Petasol) setiap hari di KSM Pilah Berkah. (FOTO : ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)

Sampah plastik yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini menjadi bahan baku utama dalam proses pirolisis. Mesin pirolisis mampu mengubah sekitar 50 kilogram sampah plastik menjadi sekitar 48 liter bahan bakar alternatif jenis solar setiap hari. (FOTO : ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)

Pengembangan teknologi ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Bantul, BRIN, dan Pertamina Foundation sebagai upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah. Melalui proses pemilahan dan pengolahan, limbah plastik memperoleh kehidupan baru sebagai sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali. (FOTO : ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)

Di balik aktivitas memilah sampah, para pekerja turut mengambil peran dalam mengurangi pencemaran plastik dan mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan. Setiap plastik yang berhasil diolah bukan hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa limbah dapat menjadi bagian dari solusi energi masa depan. (FOTO : ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)
REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Di KSM Pilah Berkah, Imogiri, Bantul, tumpukan sampah plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah semata. Melalui teknologi pirolisis yang dikembangkan bersama Pemerintah Kabupaten Bantul, BRIN, dan Pertamina Foundation, plastik bekas diolah menjadi bahan bakar alternatif yang memberi nilai baru bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
sumber : Antara Foto

















