Jakarta, 27 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terlibat langsung dalam menangani dampak bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Bencana ini terjadi pada Jumat (23/1/2026) malam akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Berdasarkan
data lapangan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Pemicu utama
kejadian ini adalah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Pemalang bagian
barat sejak pukul 13.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan lonjakan debit air
Sungai Comal hingga mencapai 329.841 liter/detik, atau berada pada status siaga
berdasarkan pantauan di Bendung Sokawati.
Menteri
Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen Kementerian PU untuk selalu
hadir di tengah masyarakat dalam penanganan bencana di berbagai wilayah
Indonesia.
“Kementerian PU
melalui BBWS Pemali Juana langsung melakukan monitoring dan kesiapsiagaan. Keselamatan
masyarakat menjadi prioritas utama, sekaligus memastikan infrastruktur sumber
daya air dan konektivitas dapat tertangani segera agar aktivitas warga dapat
kembali normal,” ujar Menteri Dody.
Sebagai langkah
tanggap darurat, BBWS Pemali Juana telah melakukan pemantauan intensif terhadap
kondisi Sungai Comal serta melakukan pendataan awal terkait dampak bencana.
Selain itu, BBWS Pemali Juana juga telah memobilisasi personel dan peralatan
guna mendukung percepatan penanganan fisik di lapangan.
Berdasarkan
hasil pendataan, banjir bandang ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur
konektivitas. Dampak kerusakan meliputi terputusnya Jembatan Baru Desa
Nyalembeng yang menghubungkan Jalan Karangsari–Pulosari, serta terputusnya
jembatan penghubung Dusun Silegok–Sipendil. Selain infrastruktur publik,
kerusakan juga dilaporkan menimpa sejumlah rumah warga di Desa Gunungsari dan
Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Dalam
penanganan dampak bencana ini, Kementerian PU melalui BBWS Pemali Juana
melakukan koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Pemalang, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang, Balai Pengelolaan
Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal, serta pemerintah desa setempat.
Saat ini,
kondisi banjir di wilayah terdampak dilaporkan telah berangsur surut seiring
dengan penurunan debit air Sungai Comal. Meski demikian, Kementerian PU
memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi
potensi kejadian lanjutan, khususnya apabila terjadi hujan susulan dengan
intensitas tinggi.
Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak
Artikel ini juga tayang di VRITIMES







