
Kawasan Malioboro didorong bebas dari becak motor.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro bebas dari operasional becak motor (bentor) dan secara bertahap menggantinya dengan becak listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan. Nantinya akan diawali dengan penggantian 50 unit bentor melalui bantuan becak listrik yang akan dioperasikan di kawasan pusat wisata Kota Yogyakarta.
Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Imanudin Aziz, mengatakan kawasan Malioboro menjadi prioritas dalam program transformasi moda transportasi tradisional tersebut. “Makanya kita ini mengganti, mengganti secara bertahap agar nanti ke depannya di (kawasan) Malioboro yang beroperasi itu ya becak listrik, tidak ada becak motor,” katanya, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Aziz, keberadaan bentor selama ini dinilai tidak memenuhi aspek kelayakan kendaraan maupun prinsip transportasi ramah lingkungan. Karena itu, pemerintah mendorong penggantian secara bertahap menuju becak listrik yang lebih aman dan nyaman bagi pengemudi maupun penumpang.
Selain persoalan emisi, bentor juga dianggap tidak memenuhi persyaratan administrasi dan teknis kendaraan yang layak beroperasi di jalan. “Agar lebih ramah lingkungan, lebih manusiawi sehingga kemudian ada substitusi, kan becak motor yang memang secara izinkan tidak memenuhi syarat itu kemudian kita ganti becak listrik bantuan dari PT KAI yang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Aziz juga menjelaskan, jumlah bentor yang beroperasi di Kota Yogyakarta terus berkembang sehingga belum ada data pasti. Namun demikian, proses penggantian akan dilakukan secara bertahap dengan fokus awal di kawasan Malioboro.
“Kita mencoba merubah menjadi kendaraan yang memang ramah lingkungan dan berizin. Prioritas di Malioboro,” katanya.
Terkait penerima bantuan becak listrik, Aziz memastikan telah melalui proses seleksi yang melibatkan komunitas bentor, PT KAI, Pemerintah Daerah DIY, dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta. “Klasifikasinya itu memang berdasarkan dari komunitas. Komunitas kan yang menseleksi dan ini juga kemudian kita verifikasi di Dinas Perhubungan,” katanya.
Sementara itu, bentor yang ditukar dengan becak listrik nantinya akan dimusnahkan sebagai bagian dari proses penggantian armada. “Kenapa itu dihancurkan? Karena memang ada bantuan yang saat ini jumlahnya baru 50. Nah 50 ini sebenarnya agar para pengemudi bentor itu lebih ramah lingkungan, lebih manusiawi sehingga kemudian ada substitusi dari becak motor,” ungkapnya.












