Kawasan Malioboro akan Bebas Bentor dan Bajaj Mulai Akhir November 2026

by -12 Views
banner 468x60


Kampanye penggunaan becak kayuh bertenaga listrik di Kawasan Malioboro, Yogyakarta.

banner 336x280

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY menargetkan kawasan Malioboro sepenuhnya bebas dari becak motor (bentor) dan kendaraan bermotor lainnya mulai akhir November 2026. Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah juga akan memasang papan informasi larangan agar penataan kawasan semakin tertib dan nyaman bagi wisatawan.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan target terdekat yang ingin dicapai adalah menghentikan seluruh operasional bentor di kawasan Malioboro. Nantinya, kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya becak kayu, becak listrik, kendaraan darurat, dan Trans Jogja.

“Target yang terdekat adalah di akhir November nanti gak ada bentor di Malioboro. Jadi yang boleh melintas kan hanya yang becak kayu sama becak listrik, itu target terdekat ya, tapi kalau target untuk ada becak listriknya lagi ya nanti kita akan koordinasi dengan mitra-mitra supaya nanti support pada becak ini,” kata Erni saat diwawancarai usai acara Penyerahan Becak Listrik PT KAI dan Penghancuran Becak Motor di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, larangan tersebut tidak hanya berlaku bagi bentor, tetapi juga seluruh kendaraan bermotor yang tidak termasuk kategori pengecualian. Hal itu sejalan dengan penerapan kawasan rendah emisi atau low emission zone (LEZ) di Malioboro.

“Kendaraan bermotor juga. Jadi kan disana low emission zone yang boleh melintas hanya kendaraan darurat, becak kayu, kemudian yang becak listrik, kemudian juga Trans Jogja,” ucapnya.

“Jadi Trans Jogja juga kita upayakan nanti, ada lah nanti yang tambahin layanan listriknya ya supaya nanti layanan juga semakin baik,” ujarnya.


Advertisement

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.