
REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Yogyakarta kembali menorehkan capaian prestisius di tingkat global dengan menembus Top 200 dunia dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject Art & Design 2026. Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan FSRD sebagai satu-satunya fakultas seni dari perguruan tinggi seni di Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.
Dekan FSRD ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin tak menepis bahwa tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan. Namun, berkat kerja keras seluruh sivitas akademika, FSRD mampu mencatatkan sejumlah pencapaian strategis.
“FSRD berhasil membuktikan kualitasnya di kancah global melalui tiga capaian utama, yakni akreditasi internasional FIBAA, masuk dalam QS World University Rankings bidang Art & Design, serta pembukaan Program Studi Magister Desain,” ungkapnya saat dijumpai seusai syukuran di Dekanat FSRD ISI Yogyakarta, pekan lalu.
Sholahuddin menyampaikan ada enam program studi di FSRD yang resmi meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) antara lain Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Seni Murni, Kriya dan Tata Kelola Seni, Capaian ini menjadi pengakuan global terhadap standar pendidikan yang diterapkan FSRD.
Selain itu, FSRD ISI Yogyakarta juga kembali masuk dalam pemeringkatan QS WUR by Subject Art & Design 2026 dengan berada di klaster peringkat 151–200 dunia atau tepatnya di posisi 183. Sholahuddin mengungkap, meski mengalami penurunan dari posisi tahun sebelumnya di rentang 101–150, capaian ini tetap menempatkan FSRD sebagai satu-satunya fakultas seni dari perguruan tinggi seni di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut.
“Kami sedikit turun tahun ini karena adanya tantangan efisiensi anggaran yang membuat kerjasama internasional tidak bisa berjalan. Namun bagi kami, ini bukan sekadar angka statistik, tetapi manifestasi dari keteguhan intelektual dan validasi atas diskursus seni rupa dan desain yang kami bangun,” ujarnya.
Posisi tersebut juga mengukuhkan FSRD dalam jajaran 50 besar Asia dan 20 besar Asia Tenggara. Bahkan, kehadiran FSRD dalam percakapan global bersama institusi ternama seperti Royal College of Art menunjukkan relevansi pendekatan pendidikan yang memadukan kearifan lokal dengan metodologi kontemporer.
Selain itu, Sholahuddin juga mengatakan bahwa FSRD tengah bersiap membuka Program Studi Magister Desain pada Semester Gasal 2026/2027 sebagai respons atas kebutuhan pendidikan desain tingkat lanjut di Yogyakarta. Rencananya dengan kuota awal sekitar 20 hingga 30 mahasiswa dan diperuntukkan bagi lulusan sarjana desain, seperti Desain Interior, Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Produk, hingga Fashion Desain.
Ke depan, FSRD akan terus memperkuat riset berbasis teknologi, termasuk pengembangan laboratorium digital, integrasi seni dengan IT, hingga kolaborasi lintas disiplin dengan sains data.
“Besar harapan kami Prodi ini bisa berkembang pesat dan tentu saja keilmuan di bidang desain bisa lebih kami tingkatkan lagi di Prodi S2 Magister Design ini,” ungkapnya.
Berbicara dalam kesempatan yang sama, Rektor ISI Yogyakarta, Dr Irwandi, turut mengapresiasi capaian tersebut. Dia berharap prestasi FSRD dapat menjadi inspirasi bagi fakultas lain untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Ini adalah bukti bahwa akreditasi dan kualitas akademik berjalan beriringan. Semoga FSRD terus meningkatkan kualitas dan memberikan kontribusi terbaik bagi mahasiswa dengan standar internasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ISI Yogyakarta berkomitmen untuk terus tumbuh menjadi pusat kreativitas global yang adaptif dan transdisipliner demi menyongsong visi Indonesia Emas namun tetap berakar pada kekuatan budaya lokal. “Kami ingin mewujudkan kualitas kampus berstandar global, melangkah bersama menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Terkait dengan pembukaan S2 Magister Desain, Irwandi mengatakan ini sejalan linear dengan perwujudan visi kampus yakni menjadi pelopor inovatif dan inklusif sesuai standar yang ada. Adapun jadwal pendaftaran S2 Magister Desain akan dimulai pada 20 Mei 2026 mendatang dan akan mulai kuliah sekitar bulan Agustus 2026.
“Karena ini linear jadi yang diutamakan khusus untuk sarjana desain. Di Indonesia, sarjana S1 desain itu cukup banyak ada di universitas negeri maupun swasta,” katanya.
Wulan Intandari












