Jogja Halal Fest #3 Resmi Diluncurkan, Didorong Jadi Hub Ekosistem Halal untuk Bidik Pasar Global

by -1 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Jogja Halal Fest (JHF) #3 resmi diluncurkan sebagai langkah memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus membuka peluang pasar produk halal hingga tingkat global. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4-6 Desember 2026 mendatang di Jogja Expo Center (JEC).

banner 336x280

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, Prof Edy Suandi Hamid mengatakan, JHF #3 didorong tidak hanya menjadi ajang berskala lokal, tetapi mampu berkembang menjadi festival halal bertaraf nasional hingga internasional. Menurutnya, Yogyakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi halal, terutama melalui sektor pendidikan, fesyen, pariwisata, dan kuliner.

“Saya kagum dan tergelitik sekaligus malu karena di Bangkok yang penduduk muslimnya sedikit tetapi bisa menyelenggarakan ‘Mega Halal Festival’. Harapannya JHF yang akan digelar Desember 2026 ini nanti lebih menasional bahkan mendunia. Kita ajak para tenant potensial untuk ikut merayakan JHF #3,” ujar Edy saat menyampaikan sambutannya, Kamis (30/7/2026).

“Yogyakarta memiliki potensi ekonomi syariah yang besar untuk dikembangkan, misalnya di sektor fesyen, pendidikan, dan pariwisata ramah Muslim. Di sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta juga sudah berkembang kajian ekonomi syariah. Selain itu, wisata ramah Muslim juga memiliki prospek yang baik. Kita sebenarnya sudah memiliki fondasi, tinggal bagaimana mengembangkannya,” ucapnya.

Ia menyampaikan, JHF #3 akan melibatkan pelaku ekonomi tidak hanya dari tingkat lokal dan nasional, tetapi juga dari mancanegara. Keterlibatan peserta internasional diharapkan dapat memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka akses pasar global bagi pelaku usaha dan UMKM di DIY. 

Selain itu, pihak penyelenggara juga menargetkan jumlah pengunjung yang lebih besar pada pelaksanaan JHF #3. Jika pada penyelenggaraan perdana, Jogja Halal Fest mencatat sekitar 33 ribu pengunjung dan menjadi sekitar 37 ribu pengunjung pada penyelenggaraan kedua, tahun ini mereka menargetkan naik dua kali lipat dari edisi sebelumnya.

“Untuk penyelenggaraan kali ini, kami lebih all out dengan melibatkan KADIN Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai mitra strategis. Karena itu, target pengunjung kami tingkatkan menjadi sekitar 70 ribu orang. Mengapa kegiatan ini kami lakukan? Karena dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia, negara kita ditargetkan menjadi yang nomor satu di dunia. Namun faktanya, saat ini Indonesia masih berada di peringkat tiga atau empat. Kami berharap Yogyakarta dapat ikut berkontribusi untuk mewujudkan target tersebut,” ujarnya.

Dukungan terhadap pengembangan industri halal juga disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DIY, Tazbir Abdullah, yang hadir mewakili Ketua Kadin DIY. Ia menegaskan komitmen Kadin untuk berkolaborasi dengan MES DIY dalam mendorong Yogyakarta menjadi pusat produk halal yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin membangun ekonomi masyarakat agar ada keseimbangan perekonomian, berkolaborasi dengan MES membangun ekonomi halal dan mendorong Jogja sebagai pusat produk-produk halal yang menasional dan mengglobal,” ungkap Tazbir.

Kepala Kantor Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menilai JHF #3 tidak hanya menjadi sarana pemasaran produk halal, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting agar industri halal dan keuangan syariah dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Penyelenggaraan JHF #3 ini tidak saja menjadi ajang marketing bagi produk halal, tetapi juga untuk membangun ekosistem perekonomian syariah yang berkelanjutan di DIY,” kata Sri Darmadi.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur DIY, Noviar Rahmad, yang mewakili Sekretaris Daerah DIY, menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keberlanjutan pasokan produk halal. Hal tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan pariwisata ramah muslim serta meningkatkan daya saing DIY sebagai destinasi yang inklusif.

“Keramahan kepada wisatawan muslim akan menambah inklusivitas pariwisata DIY. Sertifikasi halal tidak hanya formalitas, melainkan lebih dari itu harus bisa menjamin pasokan produk-produk halal yang ada kontinuitasnya,” ujarnya.

Puncak peluncuran JHF #3 ditandai dengan pemukulan rebana oleh Ketua Organizing Committee (OC) JHF #3, Heroe Poerwadi, bersama Edy Suandi Hamid, Sri Darmadi Sudibyo, Mursida Rambe, Noviar Rahmad, dan Tazbir Abdullah.

Heroe mengatakan persiapan penyelenggaraan JHF #3 terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, sekitar 30 booth telah dipesan dan sejumlah pihak menyatakan siap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival tersebut.

“Sudah ada tiga puluhan booth yang terpesan, juga ada beberapa pihak berpengaruh yang menyatakan siap memberikan dukungannya. Untuk itu yang lain jangan sampai ketinggalan,” imbau Heroe.

JHF #3 diproyeksikan menjadi etalase komprehensif bagi berbagai sektor dalam ekosistem halal. Festival tersebut akan menghadirkan pameran produk makanan dan minuman, fesyen muslim, kosmetik halal, farmasi, elektronik, serta berbagai produk UMKM. Selain itu, JHF #3 juga akan melibatkan institusi keuangan syariah, sektor wisata dan perhotelan syariah, pendidikan, kesehatan, industri kreatif, komunitas, pengembang web dan gim, pelaku street food, hingga komunitas seniman muslim.

Panitia turut mengundang 18 kategori pemangku kepentingan prioritas, termasuk calon sponsor, pemerintah kabupaten dan kota se-DIY, OJK DIY, kedutaan besar negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), organisasi keislaman, hingga berbagai merek nasional.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.