Jakarta, 5 Juli 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) kembali melaksanakan pekerjaan preservasi di Ruas Jalan Tol Jakarta–Bogor–Ciawi (Jagorawi) pada periode 5 hingga 12 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas perkerasan jalan agar tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan tol.
Pekerjaan preservasi meliputi Scrapping, Filling and Overlay (SFO) dan rekonstruksi perkerasan di sejumlah titik pada Ruas Tol Jagorawi. Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan untuk meminimalkan gangguan terhadap mobilitas pengguna jalan.
Pekerjaan Scrapping, Filling and Overlay (SFO) dilaksanakan pada malam hari mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB dengan lokasi sebagai berikut:
* 6 Juli 2026 : KM 18+250 s.d. KM 18+100 arah Jakarta (Jalur B Lajur 2) sepanjang 150 meter.
* 7 Juli 2026 : KM 18+250 s.d. KM 18+100 arah Jakarta (Jalur B Lajur 1) sepanjang 150 meter.
* 8 Juli 2026 : KM 30+825 s.d. KM 30+652 arah Jakarta (Jalur B Lajur 1) sepanjang 173 meter.
* 9 Juli 2026 : KM 33+395 s.d. KM 33+177 arah Jakarta (Jalur B Lajur 2) sepanjang 218 meter.
* 10 Juli 2026 : KM 21+080 s.d. KM 21+181 arah Ciawi (Jalur A Lajur 4) sepanjang 101 meter.
* 11 Juli 2026 : KM 30+000 s.d. KM 29+750 arah Ciawi (Jalur A Lajur 4) sepanjang 250 meter.
* 12 Juli 2026 : KM 30+870 s.d. KM 31+242 arah Jakarta (Jalur B Lajur 1) sepanjang 372 meter.
Selain pekerjaan SFO, PT JMTM juga melaksanakan rekonstruksi perkerasan di beberapa titik dengan pengaturan penutupan sementara lajur sebagai berikut:
* 5 Juli 2026 : KM 21+889 s.d. KM 21+989 arah Ciawi (Jalur A Lajur 2), penutupan lajur mulai Minggu, 5 Juli 2026 pukul 22.00 WIB dan dibuka kembali Kamis, 9 Juli 2026 pukul 05.00 WIB.
serta KM 21+990 s.d. KM 22+005 arah Ciawi (Jalur A Lajur 2), penutupan lajur mulai Minggu, 5 Juli 2026 pukul 22.00 WIB dan dibuka kembali Rabu, 8 Juli 2026 pukul 05.00 WIB.
* 6 Juli 2026 : KM 29+073 s.d. KM 29+178 arah Ciawi (Jalur A Lajur 1), penutupan lajur mulai Senin, 6 Juli 2026 pukul 10.00 WIB dan dibuka kembali Jumat, 10 Juli 2026 pukul 05.00 WIB.
* 7 Juli 2026 : KM 34+289 s.d. KM 34+199 arah Jakarta (Jalur B Lajur 2), penutupan lajur mulai Selasa, 7 Juli 2026 pukul 10.00 WIB dan dibuka kembali Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 05.00 WIB.
* 8 Juli 2026 : Off Ramp Gunung Putri, penutupan dimulai Rabu, 8 Juli 2026 pukul 22.00 WIB dan dibuka kembali Jumat, 10 Juli 2026 pukul 05.00 WIB.
Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Maintenance, Suchandra P. Hutabarat, menyampaikan bahwa pekerjaan preservasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan infrastruktur jalan tol.
“PT Jasamarga Tollroad Maintenance terus berkomitmen melaksanakan pekerjaan preservasi secara berkelanjutan guna memastikan kondisi jalan tol tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kualitas, serta pengaturan lalu lintas agar dampak terhadap pengguna jalan dapat diminimalkan.”
Selama pekerjaan berlangsung, PT JMTM menerapkan prosedur keselamatan kerja dan manajemen lalu lintas secara optimal. Area pekerjaan dilengkapi dengan rambu-rambu pengamanan, traffic cone, water barrier, lampu peringatan, serta petugas di lapangan. Penutupan hanya dilakukan pada lajur yang menjadi area pekerjaan, sementara lajur lainnya tetap dapat digunakan oleh pengguna jalan.
PT Jasamarga Tollroad Maintenance menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi waktu perjalanan, memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan demi keselamatan bersama.
Melalui pelaksanaan pekerjaan preservasi secara berkelanjutan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur jalan tol yang andal, aman, nyaman, dan berkeselamatan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES







