
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Kota Budapest sedang menjadi sorotan, setelah menjadi salah satu destinasi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Eropa. Ibu Kota Hungaria itu menjadi satu dari tiga kota yang dikunjungi Presiden Prabowo selain Paris di Prancis dan Wina di Austria. Bicara Budapest, kota tersebut ternyata memiliki jejak panjang peradaban Islam.
Menilai sejarahnya, Hungaria pernah masuk ke dalam wilayah kekuasaan Kesultanan Utsmani atau kekaisaran Ottoman yang berkuasa pada tahun 1522. Sekitar 150 tahun setelah itu, wilayah ini berhasil direbut kerajaan Austria dan era keemasan Islam di Eropa Tengah itu pun telah berakhir.
Saat ini, jejak peninggalan Islam di Budapest tinggal sedikit. Meski begitu, peninggalannya terawat rapi dan abadi. Salah satu peninggalan paling terkenal adalah Makam Gul Baba, sastrawan sekaligus panglima perang dari Turki pada abad pertengahan yang gugur dalam pertempuran di Budim, bagian Budapest di sebelah barat.
Budim awalnya hanya sebuah kota kecil lalu berubah menjadi pusat kota yang sangat penting. Di kota tersebut tercaatat memiliki 6 masjid yang dilengkapi perpustakaan dan pemandian ala Turki. Beberapa di antaranya bertahan hingga sekarang dan dijadikan monumen.
Pascapengepungan Turki di Wina yang berlangsung pada 1683, butuh tiga tahun bagi tentara Austria untuk merebut kembali Budim. Penduduk Muslim yang mendiami tempat itu diusir atau dipaksa murtad alias berganti agama menjadi Katolik.
Hingga pada abad ke-19, Hungaria kembali banyak didatangi kaum Muslim, khususnya umat Muslim dari Bosnia yang menjalankan tugas kemiliterannya. Kaum Muslim ini akhirnya membuat sebuah komunitas di sana.
Umat Muslim yang masih punya hubungan dengan umat Muslim Bosnia ini tergabung dalam The Hungarian Islamic Community. Mereka juga punya masjid sebagai pusat ibadah, tapi tidak menggunakan kata “gereja” dalam nama masjid tersebut.
Ketua komunitas tersebut, Zoltan Bolek, memperlihatkan masjid tersebut. Berbeda dengan masjid gereja Islam, masjid di sini telihat sangat sederhana dan tua. Sepanjang lorong menuju ke ruang utama dipenuhi dengan foto-foto. Ketika tiba di ruang utama, disediakan ruangan khusus bagi imam pertama yang memimpin masjid ini, seorang perwira militer Bosnia. Bolek merasa nyaman tinggal sebagai Muslim di Budapest. “Warga Hungaria adalah masyarakat yang toleran,” ujarnya.
Berdasarkan sensus Central Statistical Office (KSH) Hungaria pada 2011, sekitar 0,057 persen dari total populasi rakyat Hungaria atau sekitar 5.579 warga negara Hungaria memeluk agama Islam. Angka ini naik dua kali lipat dibandingkan 10 tahun sebelumnya atau 2001 di mana hanya 3.201 umat Muslim di Hungaria. Saat ini umat Muslim di Hungaria mayoritas berasal dari Turki, Arab dan warga negara Hungaria sendiri.
Untuk tempat ibadah, Masjid Budapest Mescet atau Masjid Fehervari menjadi yang terbesar di Hungaria. Masjid yang berlokasi di Fehérvári út 41, Budapest, Hungaria, itu menjadi tempat utama shalat Jumat dan Sholat Idul Fitri atau Idul Adha umat Islam di Hungaria.
sumber : Pusat Data Republika











