
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports pada Semester I 2026 berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 10,23 triliun, meningkat tiga persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil keberhasilan perusahaan meningkatkan kinerja di tengah industri penerbangan yang menghadapi tantangan akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah sejak akhir kuartal pertama.
“Pendorong utama peningkatan pendapatan InJourney Airports berasal dari keberhasilan pengelolaan bisnis nonaeronautika,” ujar Pahlevi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Pahlevi mengatakan, peningkatan tersebut merupakan dampak dari keberhasilan perusahaan melakukan beautification di bandara-bandara utama, termasuk penguatan konsep tenant mixing di area komersial bandara dengan memadukan berbagai tenant untuk menghadirkan shopping experience yang lebih baik.
Terkait tantangan pada bisnis aeronautika, lanjut Pahlevi, InJourney Airports bersama regulator dan para stakeholder bersinergi meningkatkan pembukaan rute penerbangan internasional guna mendukung pertumbuhan industri pariwisata sesuai dengan visi dan misi InJourney Group.
Dia mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah mendukung Kementerian Perhubungan dalam pertemuan ASEAN-China Working Group on Regional Air Service Arrangements di Yogyakarta pada 7–9 Juli 2026 serta Routes Asia di Xi’an pada 14–16 April 2026. Langkah tersebut bertujuan menarik minat maskapai asing, terutama dari negara-negara Asia, khususnya pasar China dan ASEAN, untuk menambah rute penerbangan ke Indonesia.
“Danantara terus mendorong InJourney Airports bertransformasi dan membangun portofolio bisnis yang tangguh di lini bisnis aeronautika dan nonaeronautika agar terus menciptakan nilai berkelanjutan di industri aviasi nasional sekaligus mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” lanjut Pahlevi.
Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, ujar dia, InJourney Airports mampu menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, terutama ditopang peningkatan bisnis nonaeronautika.
Pahlevi menjelaskan, transformasi penguatan bisnis nonaeronautika dilakukan melalui pengembangan area komersial dan alat produksi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, serta Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, sejak tahun lalu.
“Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dilakukan penataan area komersial untuk menghadirkan pengalaman berbelanja terbaik bagi pengguna jasa bandara,” ujar Pahlevi.










