India Perluas Jejak Investasi di Jawa Tengah, Fokus Ekonomi Hijau hingga Industri Medis

by -6 Views
banner 468x60

SEMARANG — Hubungan ekonomi India dan Indonesia terus menunjukkan dinamika positif. Dalam kunjungan kehormatan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan komitmen India untuk memperluas kerjasama investasi, khususnya di sektor ekonomi hijau, industri padat karya, serta layanan kesehatan dan tenaga medis profesional.

Pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Kamis (19/2/2026), menjadi momentum penting untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih strategis dan berjangka panjang.

banner 336x280

Jawa Tengah Dipandang Sebagai Mitra Strategis

Dalam pernyataannya, Dubes Sandeep menyampaikan apresiasi atas stabilitas dan iklim investasi di Jawa Tengah yang dinilai kondusif bagi pertumbuhan usaha. “Saya mengapresiasi iklim investasi di Jawa Tengah yang stabil, baik secara sosial maupun ekonomi. Perusahaan kami merasa sangat nyaman di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri,” ujarnya.

Ia menilai kesamaan karakteristik antara India dan Indonesia, khususnya Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk besar, menjadi potensi penting baik dari sisi pasar maupun tenaga kerja.

Saat ini, realisasi investasi India di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp 646,52 miliar dan menempati peringkat ke-17 di antara investor asing di provinsi tersebut. Investasi tersebut tersebar di sektor tekstil, hotel dan restoran, perdagangan dan reparasi, industri kayu, serta sektor lainnya.

Tawaran Kolaborasi dari Jawa Tengah

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah daerah membuka ruang lebih luas bagi ekspansi investasi India, terutama di sektor yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan keberlanjutan.

“Ke depan kami menawarkan green economy, kemudian tenaga medis profesional dan rumah sakit, serta industri-industri padat karya terutama garmen,” ujar Ahmad Luthfi usai pertemuan.

Ia menegaskan bahwa investasi memiliki peran krusial dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,37 persen dengan angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen.

“Investasi baru sangat dibutuhkan untuk menjaga tren pertumbuhan ini. Baik penanaman modal asing maupun dalam negeri sangat berperan dalam stabilitas ekonomi daerah,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berencana melakukan studi komparatif ke India guna memperkuat keyakinan investor terhadap daya saing dan keramahan investasi di wilayahnya.

Ekspansi dan Rencana Investasi Baru

Komitmen perluasan kerja sama juga diwujudkan melalui rencana groundbreaking salah satu perusahaan India di Jawa Tengah pada Agustus 2026 mendatang dengan nilai investasi sekitar 30 juta dolar AS.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi bilateral yang telah terjalin erat selama ini. India melihat Jawa Tengah sebagai salah satu simpul penting dalam memperluas jejaring industri dan rantai pasok di Indonesia.

Dengan dialog yang semakin intensif antara pemerintah daerah dan dunia usaha India, kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperbesar arus investasi, tetapi juga memperkuat fondasi hubungan ekonomi India–Indonesia dalam jangka panjang.

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.