Heboh Plang Jalan Malioboro Diklaim Oknum Fotografer, Wisatawan Disuruh Bayar Saat Mau Foto

by -6 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Keluhan wisatawan terkait aktivitas oknum fotografer di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, viral di media sosial. Dalam unggahan yang dibagikan akun Instagram Merapi Uncover, wisatawan mengaku dimintai uang saat hendak mengambil foto maupun merekam video di sekitar plang bertuliskan “Malioboro” yang menjadi salah satu ikon wisata di kawasan tersebut.

banner 336x280

Oknum fotografer bahkan disebut mengklaim plang tersebut sebagai properti miliknya. “Tukang foto di Malioboro tuh kenapa nyebelin banget ya, mau take video cinematic di plang Malioboro itu eh tetapi ada oknum bilang gini, ‘ini properti kami, kalau berkenan difotokan cuma 5K aja’,” tulis keterangan pada unggahan tersebut dilihat Republika, Selasa (28/7/2026).

Unggahan itu sontak memicu beragam tanggapan warganet. Banyak yang mempertanyakan dasar permintaan pembayaran tersebut karena plang Jalan Malioboro selama ini dikenal sebagai fasilitas yang dipasang pemerintah dan berada di ruang publik.

Menanggapi viralnya keluhan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menyayangkan apabila benar terjadi permintaan pembayaran kepada wisatawan yang hendak berfoto di sekitar plang resmi Jalan Malioboro. “Kami menyesalkan apabila benar terjadi peristiwa tersebut pada plang Jalan Malioboro yang dipasang oleh pemerintah, yang saat ini menjadi ikon pariwisata,” kata Imam saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/7/2026).

Imam menjelaskan, di kawasan Malioboro memang terdapat sejumlah fotografer yang membawa plang bertuliskan Malioboro milik pribadi sebagai properti untuk menawarkan jasa foto kepada wisatawan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan plang resmi yang dipasang pemerintah.

“Fenomena saat ini, memang ada beberapa fotografer membawa plang sendiri dan menawarkan jasanya kepada wisatawan untuk berfoto dengan plang tersebut di area dimaksud,” ujarnya.

Ia mengatakan persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Berdasarkan informasi yang diterima, Pemerintah Kota Yogyakarta telah mengetahui adanya keluhan tersebut dan akan melakukan pembinaan terhadap para fotografer.

Imam menegaskan, yang menjadi prioritas Dinas Pariwisata DIY adalah memastikan wisatawan memperoleh pengalaman berkunjung yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama berada di Yogyakarta. Karena itu, ia mengimbau para fotografer di kawasan Malioboro agar mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan wisatawan.

“Kami menghimbau kepada teman-teman fotografer di Malioboro untuk lebih meningkatkan kepedulian dalam menciptakan suasana di mana wisatawan memperoleh rasa aman, nyaman, dan menyenangkan atas kegiatan yang dilakukan. Tentunya juga mengikuti pengaturan-pengaturan yang ditetapkan oleh UPT Cagar Budaya Malioboro,” ujarnya.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.