Harga Emas Masih Kuat, Tren Kenaikan Berlanjut di Tengah Tekanan Global

by -27 Views
banner 468x60

Pergerakan
harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada
dalam jalur penguatan, seiring berlanjutnya tren kenaikan yang telah
berlangsung selama beberapa sesi terakhir. Logam mulia tersebut kembali
menunjukkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya
ketidakpastian global, baik dari sisi geopolitik maupun kondisi ekonomi
internasional. Pada perdagangan awal, harga emas tercatat menyentuh area
tertinggi baru di kisaran $5.220 per troy ounce, mencerminkan sentimen pasar
yang masih sangat positif terhadap emas.

Analis Dupoin
Futures
, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa penguatan emas ini telah terjadi
selama tujuh hari berturut-turut, dengan kenaikan terakhir lebih dari 0,60%.
Menurutnya, lonjakan harga emas tidak lepas dari meningkatnya ketegangan
geopolitik global yang mendorong investor untuk mencari aset aman guna
melindungi nilai portofolio mereka. Situasi ini diperparah oleh kekhawatiran
pasar terhadap potensi intervensi di pasar valuta asing, khususnya wacana untuk
menopang nilai tukar Yen Jepang, yang semakin memperkuat daya tarik emas
sebagai instrumen safe-haven.

banner 336x280

Dari sisi
teknikal, Andy Nugraha menilai struktur pergerakan harga emas masih menunjukkan
kecenderungan yang sangat kuat. Pola candlestick yang terbentuk mengindikasikan
dominasi pembeli, sementara indikator Moving Average mempertegas bahwa arah
tren jangka pendek hingga menengah tetap berada dalam fase bullish. Selama
harga mampu bertahan di atas area support utama, momentum kenaikan dinilai
masih cukup solid untuk mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi.

Lebih
lanjut, Andy memproyeksikan bahwa apabila tekanan beli tetap terjaga, XAU/USD
berpeluang melanjutkan penguatan hingga mendekati level psikologis $5.300.
Level ini dinilai penting karena dapat menjadi konfirmasi lanjutan atas
kekuatan tren naik yang sedang berlangsung. Namun demikian, ia juga
mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap terbuka, terutama jika harga gagal
melanjutkan kenaikan. Dalam skenario korektif, area $5.155 dipandang sebagai
support terdekat yang berpotensi menjadi tujuan penurunan harga sebelum kembali
menentukan arah berikutnya.

Sementara
itu, dinamika pasar global turut memperkuat sentimen positif terhadap emas.
Pergerakan harga menunjukkan bahwa pelaku pasar masih sangat sensitif terhadap
isu-isu risiko global, mulai dari eskalasi perang dagang hingga ketidakpastian
arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelemahan dolar AS menjadi salah satu
faktor utama yang menopang harga emas, di mana Indeks Dolar AS (DXY) terus
tertekan dan mencatatkan level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi
ini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi relatif
lebih murah bagi investor global.

Sentimen
terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat
yang menyebut bahwa nilai dolar masih berada pada level yang “cukup kuat”.
Pernyataan tersebut justru dinilai pasar sebagai sinyal ketidakselarasan
kebijakan, sehingga mendorong tekanan lanjutan pada DXY dan mempercepat aliran
dana ke aset aman seperti emas.

Selain
faktor geopolitik dan nilai tukar, perhatian investor saat ini juga tertuju
pada keputusan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan rilis hari ini.
Meskipun bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada
kisaran saat ini, pasar akan mencermati dengan seksama pernyataan Ketua The
Fed, Jerome Powell, guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.
Nada pernyataan yang dovish berpotensi memperpanjang pelemahan dolar dan
mendorong emas ke level yang lebih tinggi, sementara sikap hawkish dapat memicu
koreksi jangka pendek.

Tekanan
ekonomi global juga tercermin dari rilis data ekonomi AS terbaru, di mana Indeks
Kepercayaan Konsumen tercatat mengalami penurunan tajam dan berada di level
terendah sejak 2014. Data tersebut memperkuat kekhawatiran terhadap prospek
ekonomi dan mendorong investor untuk meningkatkan eksposur pada aset lindung
nilai.

Dengan
mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prediksi harga emas
hari ini masih mengarah pada bias bullish jangka pendek, dengan $5.300 sebagai
target kenaikan utama dan $5.155 sebagai level support krusial. Pelaku pasar
diimbau untuk tetap mencermati perkembangan geopolitik, data ekonomi, serta
kebijakan bank sentral yang berpotensi memicu volatilitas harga emas sepanjang
perdagangan hari ini.

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.