
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – FDC Dental Clinic menargetkan memiliki 100 klinik hingga akhir 2026 untuk memperluas akses layanan kesehatan gigi di Indonesia. Ekspansi tersebut difokuskan ke daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan gigi, terutama di luar Pulau Jawa.
Hal tersebut disampaikan CEO dan Founder FDC Dental Clinic, Ita Lestari di sela kolaborasi FDC bersama Perserasi dalam turnamen Mother of Padel, Ahad (12/7/2026). Menurutnya, perluasan jaringan dilakukan seiring upaya perusahaan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai pendekatan, termasuk kegiatan olahraga.
Saat ini FDC telah mengoperasikan sekitar 70 klinik di berbagai daerah. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 100 cabang.
Menurut Ita, ekspansi tidak hanya difokuskan di kota-kota besar, tetapi juga menyasar wilayah yang masih membutuhkan layanan kesehatan gigi. Salah satunya Sukabumi yang baru saja menjadi lokasi pembukaan cabang baru.
Ia menjelaskan, keputusan membuka klinik di Sukabumi berawal dari kegiatan bakti sosial FDC Foundation di kawasan Ciptagelar. Dari kegiatan tersebut, perusahaan melihat masih banyak masyarakat yang belum memperoleh layanan kesehatan gigi secara memadai.
“Berawal dari kegiatan sosial itu, kami ingin menghadirkan layanan yang lebih dekat sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara lebih luas,” kata Ita dalam siaran pers.
Selain Sukabumi, FDC juga mempersiapkan pembukaan cabang di Serang, Lampung, Padang, dan sejumlah daerah lainnya sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan layanan kesehatan.
Dalam kesempatan yang sama, Ita mengatakan kolaborasi dengan Perserasi melalui turnamen Mother of Padel menjadi salah satu upaya mengampanyekan gaya hidup sehat kepada masyarakat.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kesehatan, olahraga, dan lifestyle saling berkaitan. Kami ingin mendukung perkembangan ketiga hal tersebut,” ujar Ita.
Selain memperluas jaringan layanan kesehatan, FDC Foundation juga mengembangkan program tanggung jawab sosial di bidang seni dan budaya. Director of Social Impact FDC Foundation, Shofia Naafi, mengatakan salah satu program yang dijalankan adalah bantuan renovasi fasilitas belajar dan mengajar di SMK Negeri 1 Kasihan, Yogyakarta.
Sekolah tersebut dipilih karena memiliki prestasi di bidang kesenian, termasuk mengirim sekitar 250 siswa dan 30 pendamping dalam ajang Pesta Kesenian Bali. Melalui bantuan tersebut, FDC Foundation berharap para siswa memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mendukung pelestarian seni dan budaya.
Di sisi teknologi, FDC terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi yang telah diunduh lebih dari 1,5 juta kali. Melalui aplikasi tersebut, pasien dapat melakukan reservasi, memilih dokter, memperoleh informasi layanan, hingga mengetahui estimasi biaya sebelum menjalani perawatan.
Menurut perusahaan, pemanfaatan teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi pelayanan, mengurangi waktu tunggu pasien, serta memberikan kemudahan dan transparansi dalam mengakses layanan kesehatan gigi.











