
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pembinaan sepak bola usia dini menjadi fondasi utama untuk membangun masa depan sepak bola Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri putaran final Festival Grassroots Nasional U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 di JEC Soccer Field, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Kedatangan Erick disambut antusias ratusan peserta, pelatih, dan orang tua yang memadati arena pertandingan. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bola kepada perwakilan pemain, menandatangani prasasti, serta melakukan tendangan pertama sebagai simbol dimulainya putaran nasional kompetisi pembinaan usia dini tersebut.
Festival Grassroots Piala Presiden 2026 yang berlangsung pada 7-12 Juli mempertemukan tim-tim juara regional dari berbagai provinsi di Indonesia. Sejumlah tim yang ambil bagian antara lain FBS Nusantara dari Banjar, Lambhuk FA dari Aceh, hingga Perspin dari Pinrang, Sulawesi Selatan.
“Piala Presiden tahun ini adalah bukti bahwa sepak bola menjadi alat pemersatu bangsa dan harus dibangun dari akar rumput (grassroots),” kata Erick.
Menurut dia, keterlibatan klub-klub dari seluruh daerah menjadi bukti semakin luasnya pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Melalui kompetisi tersebut, talenta-talenta muda dari berbagai penjuru Tanah Air memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.
Erick menegaskan kemajuan sepak bola Indonesia tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari federasi, pemerintah, klub, pelatih, hingga masyarakat.
Ia mengatakan pembangunan sepak bola nasional merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya ditujukan untuk generasi saat ini, tetapi juga bagi masa depan sepak bola Indonesia.
“Membangun sepak bola Indonesia bukanlah karya individu, melainkan hasil kerja keras seluruh stakeholder, termasuk di dalamnya masyarakat Indonesia. Kerja keras dalam membangun sepak bola ini tidak hanya untuk generasi hari ini, tetapi untuk keberlanjutan di masa depan,” ujar Erick.
Festival Grassroots Piala Presiden 2026 menjadi bagian dari visi besar PSSI dalam menyiapkan fondasi Tim Nasional Indonesia menuju kualifikasi Piala Dunia 2030. Turnamen ini menerapkan standar pembinaan sesuai regulasi FIFA dan PSSI untuk kompetisi kelompok umur sehingga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola berkualitas.
Erick mengaku bangga melihat semangat para pemain muda yang bertanding. Ia meyakini mimpi besar sepak bola Indonesia berawal dari lapangan-lapangan pembinaan seperti yang berlangsung di JEC Soccer Field.
Menurut dia, tugas seluruh pemangku kepentingan kini adalah menjaga kesinambungan pembinaan agar sepak bola Indonesia memiliki fondasi yang kuat dan sistem yang sehat.
“Kini tugas kita melanjutkan, memperkuat fondasi dengan satu tujuan yang sama. Sepak bola Indonesia harus tumbuh dengan fondasi kuat, sistem yang sehat, dan mimpi yang besar. Karena mimpi itu hidup dalam keseharian, dalam latihan, dalam perjuangan, dalam keyakinan dan mimpi itu layak diperjuangkan,” tutur Erick.
Dengan dukungan pemerintah, termasuk perhatian Presiden terhadap pembinaan sepak bola nasional, PSSI menegaskan komitmennya untuk memastikan pembinaan usia dini berjalan secara konsisten, berjenjang, dan berkualitas.
Festival Grassroots Piala Presiden 2026 pun tidak sekadar menjadi ajang pencarian bakat, melainkan juga perayaan mimpi anak-anak Indonesia untuk meniti jalan menuju panggung sepak bola dunia. Dari Bantul, langkah kecil menuju cita-cita besar sepak bola Indonesia kembali dimulai.











