Ekspor Curah Cair Kembali Menguat dari Pelabuhan Krueng Geukueh, 11.490 Ton Dikirim ke Pasar Global

by -18 Views
banner 468x60

Aceh Utara, Februari 2026 — Aktivitas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) asal Aceh kembali berlangsung di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara. Pengapalan ini menjadi penegasan posisi Aceh sebagai bagian dari jalur perdagangan global dengan komoditas bernilai tinggi dan kualitas yang diakui pasar internasional.

Total CPO yang diekspor mencapai 11.490 metrik ton, terbagi ke dalam dua kapal. Kapal Yong Sheng You 36 memuat 7.300 MT, sementara kapal Stolt Sea membawa 4.190 MT yang diberangkatkan menuju India pada awal Februari lalu.

banner 336x280

Pengapalan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe sebagai operator pelabuhan dan PT Aceh Makmur Bersama (AMB) selaku pemilik barang. Seluruh rangkaian kegiatan loading dilakukan dengan standar operasional pelabuhan internasional dan pengawasan teknis yang ketat.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Aulia Rahman, menyebut ekspor CPO ini sebagai indikator positif bagi perekonomian daerah.

“Kegiatan ekspor CPO asli hasil alam Aceh merupakan progres yang baik bagi ekonomi Aceh. Daya saing CPO Aceh sangat kuat, dengan kualitas dan tingkat kemurnian yang menjadi keunggulan tersendiri di pasar global. Sebagai operator pelabuhan, kami memastikan layanan berjalan 24 jam penuh agar seluruh proses pengapalan berlangsung lancar hingga kapal lepas sandar,” ujarnya.

Sementara itu, Site Manager PT Aceh Makmur Bersama, Tarmizi, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan ekspor komoditas unggulan Aceh.

“Ekspor ini akan terus kami maksimalkan agar CPO berkualitas asal Aceh dapat menjangkau pasar global secara konsisten. Dampaknya bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi ekonomi daerah dan kesejahteraan petani sawit yang menjadi bagian penting dari rantai produksi,” kata Tarmizi.

Aulia Rahman menambahkan bahwa Pelindo terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan untuk mendukung penguatan sektor maritim Aceh.

“Untuk pengapalan CPO, kami menggunakan metode pipe to pipe, yakni pemuatan langsung dari pipa ke kapal tanker, sehingga proses lebih efisien dan aman. Ke depan, Aceh perlu terus membuka peluang ekspor komoditas unggulan lainnya. Sebagai pintu gerbang maritim, Pelabuhan Krueng Geukueh siap mendukung pengembangan jalur perdagangan Aceh agar semakin dikenal di pasar global,” ujarnya.

Ekspor CPO ini menjadi gambaran bahwa Aceh tidak hanya berperan sebagai wilayah produksi, tetapi juga sebagai simpul strategis perdagangan internasional. Dengan dukungan infrastruktur pelabuhan dan kolaborasi pelaku usaha, Aceh terus memperkuat posisinya dalam rantai perdagangan global berbasis sumber daya lokal.

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.