
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Lebih dari 50 persen penduduk Indonesia saat ini adalah generasi muda. Dengan jumlah yang besar dan sebagai penggerak utama bonus demografi, kelompok anak muda, terutama generasi Z, merupakan kalangan paling terdampak sekaligus penentu arah dari masa depan bangsa.
Di sisi lain, berbagai target keberlanjutan global semakin mendekati tenggat waktu. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs) dicanangkan terpenuhi pada 2030. Program-program tanggung jawab lingkungan, sosial, dan tata kelola (environment, social, government-ESG) juga kian masif dan menjadi komitmen internasional.
Realitas ini menuntut terjadinya transisi kepemimpinan yang berwawasan lingkungan dan sosial secara cepat. Mengingat tenggat waktu global yang kian dekat, estafet tanggung jawab pengelolaan isu-isu krusial ini secara alami akan segera berpindah ke pundak generasi muda. Pada tahun-tahun mendatang, gen Z akan menempati posisi-posisi krusial, dari profesional hingga pengambil kebijakan.
Kepedulian mereka pada isu-isu keberlanjutan dan ESG menentukan sukses tidaknya pembangunan dunia. Dengan demikian, tak lama lagi akan dibutuhkan sebanyak mungkin anak-anak muda terdidik yang mampu mengemban program-program keberlanjutan di masa mendatang dan menjawab berbagai tantangan global.
Merespons tantangan tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dan PT Alamtri Resources Indonesia (AlamTri) meluncurkan program Beasiswa Talenta Lestari 2026. Program beasiswa ini memberikan dukungan penuh biaya perkuliahan dan pengembangan kapasitas untuk 100 anak muda, terutama dari kalangan pesantren dan keluarga tidak mampu, selama 4 tahun.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pendanaan Kreatif Ian Agisti Dewi Rani menjelaskan, Beasiswa Talenta Lestari merupakan wujud komitmen UNU Jogja sebagai kampus berorientasi masa depan yang menaruh perhatian besar pada isu keberlanjutan.
“UNU Jogja berkomitmen melahirkan lulusan yang profesional dan siap menjawab tantangan global. Melalui pilar Future Studies, fokus institusi diarahkan pada penyelesaian kemiskinan, pendidikan berkualitas, percepatan inovasi industri, krisis iklim dan kerja sama berkelanjutan,” papar Ian dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Ia menyatakan, Beasiswa Talenta Lestari dirancang bukan sekadar bantuan finansial, melainkan sebagai inkubator inovator berkelanjutan masa depan. “Salah satu tujuannya nanti mahasiswa mampu melakukan akselerasi inovasi berkelanjutan melalui inkubasi ide-ide mahasiswa menjadi sustainable projects yang nyata dan menghasilkan beragam luaran,” tuturnya.
Karena itu, selama empat tahun, mahasiswa penerima beasiswa juga akan dibekali berbagai keterampilan dan kemampuan melalui serangkaian pelatihan, seperti Bahasa Inggris, penguatan karakter kepemimpinan, hingga pengembangan program-program keberlanjutan.
“Program ini memadukan keunggulan akademik dengan luaran berupa proyek keberlanjutan yang terintegrasi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Pemerintah tahun 2026 pilar ekonomi, pendidikan, kesehatan, iklim, dan inovasi industri,” kata Ian.
Secara lebih global, pemberian beasiswa ini juga selaras dengan sejumlah capaian SDGs terutama pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). SDG 9 (Inovasi Industri), SDG 13 (Aksi Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan).
Sementara itu, Ketua YABN, Zuraida Murdia Hamdie, menegaskan bahwa investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah membangun kualitas generasi muda bangsa melalui pendidikan yang adaptif terhadap dinamika global serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.
“Keberlanjutan bukan sekadar tentang hari esok, melainkan tentang bagaimana kita membangun sistem, kepemimpinan, dan tata kelola yang tangguh mulai hari ini. Melalui Beasiswa Talenta Lestari bersama UNU Jogja, kami berkomitmen untuk melahirkan calon pemimpin masa depan bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian, dan kemampuan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan di berbagai sektor,” ujar Zuraida.
”Kami berharap program ini dapat membuka kesempatan yang setara bagi talenta-talenta terbaik, khususnya dari kalangan pesantren dan keluarga prasejahtera untuk menjadi arsitek pembangunan yang inklusif dan pembawa solusi atas berbagai tantangan global,” imbuhnya.
Syarat Penerima Beasiswa
Siswa lulusan SMA/SMK/MA/Sederajat di seluruh Indonesia yang memiliki prestasi akademik/non-akademik mumpuni dan memiliki minat atau portofolio awal di bidang keberlanjutan sesuai SDG’s bisa mendaftar Beasiswa Talenta Lestari setelah terdaftar sebagai mahasiswa UNU Jogja angkatan 2026.
Penerima beasiswa adalah mahasiswa untuk program studi Agribisnis, Teknologi Hasil Pangan, Akuntansi, Manajemen, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru SD, Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan Studi Islam Interdisipliner.
Beasiswa Talenta Lestari menyediakan empat jalur pendaftaran, yaitu:
1. Jalur unggulan sustainable project, yaitu pendaftar harus melampirkan portofolio berupa esai deskriptif, dokumentasi aktivitas, atau video pendek mengenai proyek/gerakan keberlanjutan yang pernah diinisiasi atau diikuti.
2. Jalur talenta, yang dikhususkan bagi calon mahasiswa yang aktif bergerak di masyarakat dan memiliki bakat non-akademik yang menonjol.
3. Jalur khusus pesantren, yang ditujukan bagi kalangan santri yang memperoleh rekomendasi resmi dari pengasuh pondok pesantren.
4. Jalur afirmasi, yang dikhususkan untuk calon mahasiswa berbakat dengan keterbatasan struktural atau geografis.
Periode pendaftaran dibuka sejak 21 Juli hingga 12 Agustus 2026. Tautan pendaftaran dan informasi selengkapnya mengenai Beasiswa Talenta Lestari dapat dilihat di:
1. Jalur sustainable project: https://admisi.unu-jogja.ac.id/jalur-seleksi-detail/72
2. Jalur talenta: https://admisi.unu-jogja.ac.id/jalur-seleksi-detail/81
3. Jalur khusus pesantren/santri: https://admisi.unu-jogja.ac.id/jalur-seleksi-detail/79
4. Jalur afirmasi: https://admisi.unu-jogja.ac.id/jalur-seleksi-detail/83
Program Beasiswa Talenta Lestari adalah wujud komitmen dan kepedulian UNU Jogja pada isu-isu keberlanjutan. Namun program ini bukanlah yang pertama dan terakhir yang dilakukan UNU Jogja dalam merespons berbagai tantangan global dalam krisis lingkungan.
Di ranah pusat studi, UNU Jogja telah mengembangkan Decarbonomics Center, pusat studi yang berfokus pada isu dekarbonisasi. Yang terbaru, Decarbonomics Center bersama sejumlah pemangku kepentingan menjajaki upaya pengurangan emisi karbon di sektor pariwisata di Yogyakarta.
Di bidang riset, dosen Teknologi Hasil Pertanian Elok Pawening Maharani berhasil mengembangkan kemasan pangan yang ramah lingkungan. Kemasan ini dikembangkan dari pati berpori beras dan minyak atsiri kayu manis.
Penelitian Elok bahkan telah dipresentasikan di forum internasional, The 11th International Conference on Composite Materials and Material Engineering 2026 di Tokyo University of Science, Tokyo, Jepang.
Dari kalangan mahasiswa, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro UNU Jogja, Hendrik Pradiska dan M. Rozan Lathif, menciptakan inovasi Pilah.in, sebuah tempat sampah otomatis yang dapat membiasakan masyarakat untuk memilah sampah.
Secara kolaboratif, tim UNU Jogja mengembangkan gim ‘Santri: Seeds of Hope’ yang menampilkan permainan digital untuk mengenalkan ekonomi sirkular di dunia santri. Permainan interaktif ini menunjukkan aksi-aksi keberlanjutan dapat diterapkan di pesantren, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan hingga keterlibatan dalam transisi energi. Inovasi ini satu-satunya wakil Indonesia di ajang internasional QS ImpACT Skills Challenge 2026 dan meraih penghargaan Special Jury Recognition.












