
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menyikapi kondisi ini, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) DIY melaksanakan program pengabdian masyarakat untuk memperkuat kapasitas kader putri Muhammadiyah dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.
Program ini menggunakan media edugame ‘Fore Card’ sebagai sarana interaktif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader dalam mengenali serta merespons situasi berisiko. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dasar gender, role play, workshop pendampingan korban sesuai nilai Islam berkemajuan, serta kampanye kreatif di media sosial.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: median skor pengetahuan peserta naik dari 7,0 menjadi 9,0, dengan 88,9 persen peserta mengalami peningkatan. Selain itu, observasi role play memperlihatkan peserta mampu memberikan respons empatik, menolak dengan tegas, serta menentukan langkah rujukan yang tepat.
“Melalui Fore Card, kader tidak hanya belajar mengenali bentuk kekerasan seksual, tetapi juga berlatih memberikan dukungan yang aman dan empatik. Mereka kini lebih siap menjadi edukator di komunitas masing-masing,” ujar Dessy Pranungsari, MPsi, Psikolog, salah satu pemateri kegiatan.
Selain itu, kegiatan juga menekankan pentingnya kampanye digital sebagai strategi perubahan sosial. Melalui aktivitas Digital Life Map, Scenario Card Discussion, dan permainan interaktif tentang consent dan boundaries, peserta dilatih untuk menyusun pesan kampanye kreatif berupa slogan, caption media sosial, dan naskah singkat yang dapat disebarkan di berbagai platform digital. Kampanye digital yang dirancang kader putri Muhammadiyah menjadi bukti bahwa mereka siap tampil sebagai agen perubahan sosial. Mereka tidak hanya berperan melindungi diri sendiri, tetapi juga mengedukasi masyarakat luas melalui media sosial.
Program ini melibatkan kader PWNA DIY dari tingkat wilayah, cabang, dan ranting. Luaran kegiatan mencakup artikel jurnal, prosiding, video edukasi, serta poster kampanye yang dapat diakses publik melalui kanal YouTube LPPM UAD.
PWNA DIY menegaskan komitmennya untuk menjadikan kader putri sebagai agen perubahan dalam pencegahan kekerasan seksual berbasis komunitas. Ke depan, kegiatan akan diperluas dengan pelatihan fasilitator (Champion) di tingkat cabang dan ranting, serta integrasi Fore Card sebagai media baku edukasi organisasi.













