banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, Kota Yogyakarta dan sekitarnya – Cuaca pada hari ini di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul didominasi oleh kondisi berawan. Meskipun tidak ada badai atau hujan ringan yang diprediksi terjadi, angin yang bertiup dengan kecepatan variatif perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Suhu cenderung naik di siang hari, memberikan sedikit kehangatan di tengah cuaca berawan.Kota YogyakartaPagi: Suhu mencapai 24°C hingga 26°C dengan cuaca berawan. Angin bergerak dari arah barat ke timur dengan kecepatan 7.3 m/s hingga 5.9 m/s. Kelembapan berkisar antara 79% hingga 86%.Siang: Suhu meningkat hingga 33°C, tetap berawan. Angin bertiup dari arah barat ke timur dan berpindah menjadi dari arah barat daya ke timur laut dengan kecepatan 10.7 m/s dan 16.2 m/s. Kelembapan turun menjadi 47% hingga 57%.Sore: Suhu mencapai 31°C, kondisi tetap berawan. Angin berhembus dari arah barat daya ke timur laut dengan kecepatan 15.4 m/s. Kelembapan sekitar 56%.Malam: Suhu turun ke 27°C hingga 25°C, masih dengan cuaca berawan. Angin datang dari arah barat ke timur dengan kecepatan 9 m/s. Kelembapan meningkat kembali hingga 82%.

sumber : AI Generated

Loji Ster in het Oosten di Batavia, dipelesetkan jadi Gedung Setan, pernah menjadi tempat Kongres Pemuda Indonesia I. Loji itu milik Tarekat Freemason. Orang Indonesia yang pernah jadi anggota tarekat ini ada Pakualam V, VI, dan VII, aktivis Budi Utomo, dan kapolri. Sumber: ippohs/idayu/perpusnas

Pemerintah Hindia Belanda berencana menutup HBS untuk putri di Batavia. Para orang tua pun resah, jika tidak ada sekolah menengah umum untuk putri-putri mereka.
Maka, di Loji Ster in het Oosten berkumpul anggota Tarekat Freemason, menggagas pendirian asrama sekolah di sekolah pendidikan dasar di Batavia. La Ster in het Oosten adalah nama baru untuk dua lembaga Freemason di Batavia yang bergabung: La Vertueuse dan La Fidele Sincerite.
Penggabungan terjadi pada 1837 karena menyurutnya anggota masing-masing dan pada 1955 menjadi Tarekat Mason Indonesia. Ada Pakualam V, Pakualam VI, dan Pakualam VII, serta aktivis Budi Utomo seperti RA Tirto Koesoemo (ketua pertama Budi Utomo), Boedihardjo, Radjiman Wediodiningrat (pejabat ketua Budi Utomo 1914-1915), yang menjadi anggota. Apa pula Sukanto, kapolri 1945-1959. Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

No More Posts Available.

No more pages to load.