BPIP Bekali Pemuda Sleman Nilai-Nilai Pancasila

by -1 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menekankan penguatan karakter generasi muda sebagai bekal menghadapi perubahan global. Pembinaan ideologi Pancasila digelar di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/5/2026), dengan melibatkan ratusan peserta dari kalangan pemuda dan pendidik.

banner 336x280

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan, Pancasila harus menjadi arah dalam pembangunan nasional sekaligus pedoman menghadapi dinamika global.

“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara serta pandangan hidup bangsa, merupakan ‘meja statis’ yang menyatukan berbagai keragaman yang ada, sekaligus sebagai ‘leitstar dinamis’ atau Bintang Penuntun bagi arah perjalanan yang dinamis, ke arah mana kita menggerakkan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia,” tegas Yudian dalam sambutannya, berdasarkan siaran pers, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Yudian menyoroti tantangan pendidikan tinggi dalam membangun karakter kebangsaan. Menurut Yudian, lemahnya komitmen kebangsaan berpengaruh terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi bangsa.

“Dosen Pancasila sebagai ujung tombak dalam pendidikan Pancasila memiliki tanggung jawab yang berat tapi mulia. Sebab, beragam tantangan yang muncul akibat berbagai permasalahan nasional dan internasional yang saat ini mendera bangsa kita di berbagai lini kehidupan, berakar pada persoalan karakter dan komitmen kebangsaan yang lemah,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman juga melaporkan penguatan nilai Pancasila di tingkat desa melalui pembentukan Desa Pancasila. Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto mengatakan terdapat 41 Desa Pancasila dengan total 1.435 kader yang aktif melakukan pembinaan masyarakat.

“Perlu kalau kami sampaikan binaan dari teman-teman Badan Kesbangpol, kita sudah ada 41 Desa Pancasila, di masing-masing desa itu ada 35 juga sehingga totalnya 1.435 Kader Pancasila,” ungkap Susmiarto.

Kegiatan sosialisasi diikuti sekitar 500 peserta dengan fokus pada peningkatan kapasitas generasi muda menghadapi tantangan abad ke-21. Deputi Bidang Pengkajian dan Materi BPIP Surahno mengatakan kegiatan tersebut mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, inovasi, serta komunikasi generasi muda.

“Peserta pada kegiatan sosialisasi ini ada 500 orang dan dalam pelaksanaan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang nilai Pancasila, sehingga diharapkan para generasi muda nantinya bisa memiliki kompetensi berpikir kritis, memiliki kompetensi kolaborasi, memiliki kompetensi kreatif dan inovatif, dan tentunya komunikasi. Sehingga nantinya tujuan visi Indonesia Emas 2045 itu kita bisa wujudkan bersama,” jelas Surahno.

BPIP menilai penguatan nilai Pancasila di kalangan generasi muda menjadi faktor penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.