BPDP Pamerkan Inovasi Produk Perkebunan di ITTIE 2026

by -5 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memanfaatkan Indonesia Tourism and Trade Investment Expo (ITTIE) 2026 untuk memperkenalkan berbagai produk turunan berbasis sawit, kelapa, dan kakao. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pasar UMKM sekaligus menunjukkan potensi hilirisasi komoditas perkebunan yang memiliki nilai tambah tinggi.

banner 336x280

BPDP menilai ITTIE 2026 menjadi ajang yang dapat mempertemukan pelaku usaha, investor, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan. Melalui pameran tersebut, BPDP juga memperkenalkan berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, hilirisasi, dan penguatan daya saing industri perkebunan nasional.

Staff Senior Divisi Kerjasama Kelembagaan dan UMKM BPDP Murti Pagar Intan mengatakan, keikutsertaan BPDP dalam ITTIE 2026 bertujuan membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM perkebunan untuk berkembang.

“Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai produk turunan komoditas perkebunan kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Murti dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Selama empat hari pelaksanaan ITTIE 2026 pada 11-14 Juni 2026 di Plaza Surabaya, booth BPDP dikunjungi sekitar 350 orang yang berinteraksi langsung dengan berbagai produk dan materi edukasi yang ditampilkan. Lokasi booth yang berada di area strategis pusat perbelanjaan juga menjangkau lebih dari 2.000 pengunjung.

Murti mengatakan, pameran tersebut turut meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan serta mendorong UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar.

“Ajang ini juga berperan sebagai media edukasi dalam memperkuat pemahaman publik serta membangun persepsi positif terhadap komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit, kelapa dan kakao, beserta kontribusinya bagi perekonomian nasional,” ujar Murti.

Dalam pameran itu, BPDP menampilkan sejumlah produk UMKM binaan yang memanfaatkan komoditas perkebunan sebagai bahan baku utama. Produk yang dipamerkan antara lain batik dari Jayanti Batik asal Malang dan Smart Batik asal Yogyakarta yang menggunakan pewarna berbasis sawit, kerajinan tas dan sandal dari Cambia Craft Aceh yang memanfaatkan lidi sawit, hingga minuman berbahan dasar air kelapa murni dari Choco Frizz.

BPDP juga memperkenalkan hasil inovasi dari program Grant Riset Sawit. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah rompi antipeluru yang dikembangkan menggunakan biomaterial berbasis kelapa sawit.

“Melalui pameran ini, BPDP berharap dapat memperkenalkan potensi hilirisasi komoditas perkebunan kepada masyarakat luas sekaligus menunjukkan bahwa kelapa sawit, kakao, dan kelapa tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga mampu menjadi sumber bahan baku bagi berbagai produk inovatif yang bernilai tambah tinggi dan berdaya saing,” ujar Krisna.

Atas partisipasinya dalam ITTIE 2026, booth BPDP meraih penghargaan Juara Stand Terinovatif dan Juara I Stand Terbaik. BPDP berharap berbagai inovasi yang ditampilkan dapat mendorong pengembangan industri hilir perkebunan sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar yang lebih luas.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.