Bos OJK Ungkap Marak Love Scam: Tertipu Editan AI, Sukarela Transfer

by -3 Views
banner 468x60


Jakarta, CNN Indonesia

banner 336x280

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Frederica Widyasari Dewi mengatakan love scam atau modus penipuan berkedok asmara menjadi yang paling berkembang di Indonesia.

“Ada yang pernah kena love scam? Pura-pura punya pacar di online, padahal orangnya nggak ada. Ada nggak? Itu mulai banyak sekarang ya, hati-hati,” ujarnya di acara Jogja Financial Forum, Jumat (22/5).

“Sepertinya punya hubungan, yang dikirim gambarnya cowok keren, cewek cantik, padahal itu semua editan AI. Kemudian kita merasa punya hubungan, dan kemudian dengan suka rela kita men-transfer. Itu hati-hati dan mulai banyak penipuan di media sosial,” jelas Frederica.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

OJK menyatakan per 22 November 2024 hingga 30 April 2026 pihaknya bersama Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 549.074 laporan penipuan.

“Ada yang bisa tebak nggak kira-kira jumlah kehilangan yang dilaporkan masyarakat Indonesia terkait scam dalam satu tahun terakhir? Yang sudah dilaporkan hilang itu Rp9,5 triliun,” kata Friderica.

Dalam konteks ini, ia mengatakan terdapat lima modus scam yang banyak dilaporkan masyarakat. Secara berurutan penipuan terkait transaksi belanja, impersonation atau fake call, penipuan investasi, modus penipuan kerja, serta penipuan melalui media sosial.

“Kena scam jual beli online, ini penipuan transaksi belanja online. Laporannya masuk ke OJK, 76.724 orang yang kena scam penipuan online,” papar Frederica.

Selanjutnya modus scam yang paling banyak digunakan lainnya adalah penipuan impersonation atau fake call sebanyak 44.889 laporan, kemudian penipuan investasi sebanyak 26.613 laporan, lalu ada modus penipuan kerja sebanyak 23.906 laporan, dan penipuan melalui media sosial menempati posisi kelima dengan total aduan sebanyak 20.394 laporan.

Frederica menegaskan pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati agar tidak terjebak dalam tindak pidana penipuan dengan berbagai modus scam itu.

(asa)


Add

as a preferred
source on Google





[Gambas:Video CNN]

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.