
REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN — Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama Baitul Wakaf meluncurkan program budidaya pisang cavendish berbasis wakaf produktif di lahan seluas 35.000 meter persegi di kawasan Berjo Kulon, Sidoluhur, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Program tersebut diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi aset wakaf.
Peluncuran dan penanaman perdana yang digelar pada Rabu (29/7/2026) itu mengusung tema “Menanam Hari Ini, Menuai Kemandirian di Masa Depan” sebagai upaya memanfaatkan lahan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kementerian Agama DIY, Nurhuda mengatakan, program yang diinisiasi BMH dan Baitul Wakaf sejalan dengan arah pengelolaan zakat dan wakaf yang tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, pemanfaatan dana umat melalui instrumen zakat dan wakaf produktif menjadi langkah nyata dalam mengentaskan kemiskinan sekaligus membangun kesejahteraan yang berkelanjutan.
“Saya sangat mengapresiasi program seperti ini karena mampu membangun kolaborasi banyak pihak, mulai dari BMH, Baitul Wakaf, jajaran pemerintah kelurahan, hingga masyarakat sekitar,” ujar Nurhuda dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (31/7/2026).
Ia menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang bertumpu pada potensi lokal.
Sementara itu, Lurah Sidoluhur Hernawan Zudanto menyambut baik pemanfaatan lahan seluas 35 ribu meter persegi tersebut sebagai kawasan budidaya pisang cavendish. Menurut dia, program tersebut membuka peluang diversifikasi komoditas pertanian di wilayahnya yang selama ini didominasi tanaman padi.
“Nantinya masyarakat di sekitar sini bukan hanya bisa menanam padi, tetapi juga bisa menanam jenis pisang cavendish, dan bisa belajar bersama maupun bermitra dengan teman-teman Hidayatullah,” katanya.
Hernawan menambahkan, masyarakat juga akan memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan lahan hingga perawatan tanaman pisang cavendish agar menghasilkan panen yang optimal.
Ia berharap program tersebut mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian warga Sidoluhur.
“Kami dari pemerintah kalurahan maupun warga Sidoluhur mendoakan semoga program penanaman ataupun budidaya pisang cavendish bisa berjalan sukses dan memberikan dampak keberlanjutan bagi perekonomian warga Sidoluhur,” ujarnya.
BMH dan Baitul Wakaf menyebut pengembangan pisang cavendish dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta prospek pasar yang menjanjikan. Selain memiliki tekstur buah yang lembut dan padat serta kandungan gizi yang baik, komoditas ini dinilai mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bendahara Umum DPP Hidayatullah Suwito Fatah, perwakilan Dinas Pertanian DIY Sigit Haryono, pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat M Mujari, Ketua DPW Hidayatullah DIY Abdullah Munir, Direktur Utama BMH Supendi, Direktur Baitul Wakaf Tian Gusti Lasepa, serta tokoh masyarakat setempat.
Sebelumnya, model budidaya serupa telah dikembangkan oleh BMH dan Baitul Wakaf di Sidoarjo, Jawa Timur, serta Klaten, Jawa Tengah. Program di Sleman diharapkan menjadi penguatan ekosistem wakaf produktif yang mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis pertanian.












