
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (tengah) didampingi Sekjen Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Teguh Dwi Nugroho (kedua kiri), Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi (kedua kanan), Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo (kanan), dan Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan (kiri) menyampaikan keterangan saat Media Briefing Outlook Penyelenggaraan Haji 1447H/2026M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Menteri Haji dan Umrah menyatakan tahun ini ada penambahan dua embarkasi di Banten dan Jogja, pelunasan haji reguler mencapai 95,42 persen, proses pemeriksaan istithaah kesehatan lebih diperketat, dan kebutuhan bumbu dapur buat Haji sekitar 600 ton.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah RI berharap pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi bisa berjalan sesuai rencana dan sebagian tower dapat digunakan pada penyelenggaraan haji 2028.
“Yang jelas tahun ini belum bisa, belum bisa. Tahun depan, karena membangun itu kan nggak cukup setahun. Kita harapkan paling lambat tahun 2028 itu ada sebagian tower yang bisa dipakai,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan pembangunan Kampung Haji sepenuhnya dikelola oleh Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kemenhaj nantinya berlaku sebagai pengguna.
Ia optimistis pembangunan Kampung Haji berjalan lancar mengingat anggaran bukan menjadi suatu masalah yang memberatkan karena domain Danantara. Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi juga terbuka dengan pembangunan tersebut.
“Saya kira (anggaran) nggak ada kendala. Danantara punya uang. Kemudian birokrasi Arab Saudi sangat welcome. Kita fokus persiapan jamaah haji kita. Kan, terkait dengan Kampung Haji tentu lebih banyak domainnya Danantara,”kata dia.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melaporkan progres pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah, Arab Saudi, dengan Kawasan Thakher merupakan fondasi awal yang telah berjalan.












