
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) menggelar program ANTARIKSA (Ajang Kreativitas Komunikasi) Goes to School dengan menyambangi sejumlah sekolah menengah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan edukasi untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya judi online yang kini semakin mudah diakses melalui berbagai platform digital.
Mengusung tema “Stop Clicking Start Living”, ANTARIKSA Goes to School tidak hanya berisi sosialisasi, tetapi juga membuka ruang diskusi bagi siswa untuk berbagi pengalaman dan pandangan terkait fenomena judi online yang semakin marak di lingkungan digital. Mereka diberikan pemahaman mengenai dampak sosial, ekonomi, hingga psikologis yang dapat ditimbulkan oleh praktik judi online. Kegiatan dikemas secara interaktif di berbagai sekolah itu dimaksudkan agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh kalangan remaja.
Kepala SMA Negeri 1 Sedayu, Suwarsono, mengapresiasi upaya mahasiswa yang turun langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi kepada para pelajar. Menurutnya, judi online merupakan ancaman serius yang harus dicegah sejak dini.
“Judol itu dilarang. Kalau dari sekolah tentu tidak dibenarkan,” ujar Suwarsono saat membuka kegiatan.
Senada, Guru SMK Negeri 3 Yogyakarta, Taufiq Afand, S.Pd., menilai literasi digital menjadi bekal penting bagi pelajar agar tidak mudah terjebak pada berbagai tawaran yang menjanjikan keuntungan instan. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa promosi judi online yang sering muncul di media sosial tidak lepas dari strategi pemasaran yang dirancang untuk menarik perhatian pengguna internet, khususnya generasi muda.
“Anak itu sebenarnya hanya tahu iming-iming dari medsos, tapi dia tidak memahami algoritma yang sebenarnya,” katanya.












