Angkat Keteladanan Kiai Wahab, Menag Dorong Pesantren Cetak Leader Sekaligus Manajer

by -37 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar, mendorong pesantren untuk melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga piawai dalam mengelola organisasi dan lembaga secara profesional. Menurut dia, keteladanan KH Abdul Wahab Hasbullah menunjukkan bahwa pesantren dapat mencetak sosok pemimpin visioner sekaligus manajer yang andal.

banner 336x280

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat membuka kegiatan “Penguatan Direktorat Jenderal Pesantren melalui Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah (Pendiri NU, Penggerak NKRI)” di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Nasaruddin, penguatan Direktorat Jenderal Pesantren harus diarahkan untuk memperkuat identitas dan karakter khas pesantren yang berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Ia menilai pesantren memiliki fondasi keilmuan yang unik, baik dari sisi ontologis, epistemologis, maupun aksiologis.

“Pesantren memiliki landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang khas. Keunggulan itu harus terus diperkuat agar pesantren mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” ujar Nasaruddin dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (5/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengangkat sosok Kiai Wahab Hasbullah sebagai figur teladan yang berhasil memadukan kepemimpinan dengan kemampuan mengelola organisasi secara efektif. Menurut dia, pendiri Nahdlatul Ulama itu bukan hanya tokoh pergerakan yang berpengaruh, tetapi juga organisator ulung yang mampu membangun institusi secara profesional.

Karena itu, ia menegaskan, pesantren masa depan tidak cukup hanya mencetak pemimpin kharismatik. Pesantren juga harus melahirkan pengelola yang adaptif terhadap perubahan dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan lembaga.

“Pesantren ke depan tidak cukup hanya melahirkan figur pemimpin yang kharismatik. Pesantren juga harus melahirkan pengelola yang profesional, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan lembaga,”jelas dia.

Nasaruddin juga mencontohkan Muhammad sebagai figur ideal yang menyatukan kepemimpinan dan kemampuan manajerial dalam satu pribadi. Model tersebut, kata dia, layak menjadi inspirasi bagi pengembangan pesantren di Indonesia.

 

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.