Aliansi Jogja Memanggil Gelar Aksi #BersamaRakyat Hari ini

by -42 Views
banner 468x60

Yogyakarta, CNN Indonesia

Gabungan mahasiswa berbagai universitas dan sejumlah kelompok aktivis serta masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Jogja Memanggil akan menggelar aksi turun ke jalan di Yogyakarta, DIY, Kamis (20/2) ini.

banner 336x280

Aksi damai bertajuk #BersamaRakyat itu akan dimulai pukul 10.00 WIB di Tempat Parkir Abu Bakar Ali, Danurejan, Kota Yogyakarta sebagai titik kumpul. Aksi Aliansi Jogja Memanggil turun ke jalan hari ini merupakan bagian dari sejumlah aksi ‘Indonesia Gelap’ yang digelar maraton di sejumlah wilayah Indonesia dari Banda Aceh, Jakarta, hingga Makassar.

Jelang aksi Aliansi Jogja Memanggil hari ini, sebelumnya selebaran demonstrasi beredar di media sosial turut menyertakan tagar seperti #IndonesiaGelap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sana Ulaili, salah seorang koordinator dari Forum Cik Di Tiro menuturkan, sesuai rencana peserta aksi akan melakukan longmars dari lokasi titik kumpul hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

“Estimasi peserta seribu orang,” kata Sana saat dihubungi, Kamis (20/2).

Sana mengatakan aksi damai ini digelar untuk menyuarakan sejumlah hal. Beberapa di antaranya mengkritisi kebijakan pemangkasan anggaran oleh pemerintah di berbagai sektor yang dianggap justru berdampak pada kian berlapisnya kesengsaraan rakyat, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) di mana-mana.

Kemudian, kabinet pemerintahan yang tak lebih sebagai medium pemuasan nafsu politik, bukannya keadilan dan kesejahteraan rakyat. Lalu, efisiensi bukan pada sektor dasar yang menyangkut hajat rakyat akan berimbas ke penurunan kualitas pelayanan publik.

Selanjutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya harus dipisahkan dari anggaran pendidikan sehingga tak mengurangi anggaran untuk peningkatan kualitas pendidikan.

Kemudian, pemangkasan anggaran untuk infrastruktur dan dampaknya pada tidak terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat, macam jembatan, jalan-jalan pedesaan yang layak dan lain sebagainya.

Berikutnya, konsesi tambang kepada ormas dan kampus dalam bentuk riset, tenaga ahli sebagai wujud pembungkaman kontrol masyarakat sipil dan akademisi.

“Keputusan model pemasam kebakaran (fire management and decision) seharusnya tidak diterapkan oleh pimpinan selevel pejabat negara nomor satu karena sangat menyusahkan seperti PPN 12 persen, gas, konsesi tambang,” tutur Sana.

Peserta aksi juga akan menuntut agar Proyek Strategis Nasional (PSN) agar disetop karena hanya memunculkan konflik agraria dan kerusakan lingkungan hidup, serta merampas ruang hidup perempuan dan keadilan antargenerasi.

Beberapa hari terakhir, ribuan mahasiswa di berbagai daerah turun ke jalan menggelar demonstrasi mengekspresikan ketidakpuasan atas kepemimpinan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tuntutan dari aksi ini antara lain, mendesak Prabowo mencabut kebijakan efisiensi anggaran, transparansi status pembangunan, transparansi keseluruhan program Makan Bergizi Gratis, tolak revisi UU Minerba, tolak dwifungsi TNI, tangkap dan adili Joko Widodo, dan sahkan RUU Perampasan Aset.

Di Jakarta, aksi berlangsung dari bundaran Patung Kuda hingga depan Istana Negara. Demonstrasi juga terjadi di Banda Aceh, Surabaya, Semarang, Solo, Malang, hingga Makassar.

Pada hari ini, termasuk di Jakarta dan Yogyakarta, dilaporkan para mahasiswa di sejumlah daerah akan kembali melanjutkan aksi Indonesia Gelap.

Di hari yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto melantik 481 kepala daerah yang lolos dari perkara sengketa pilkada di MK. Pelantikan para kepala daerah itu dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta.

Lalu, Prabowo akan membawa ratusan kepala daerah itu untuk mengikuti retret di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah selama sepekan.

(kid/kum)


banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.