
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Regenerasi peneliti menjadi salah satu tantangan penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Pengenalan budaya riset sejak usia sekolah dinilai penting agar siswa terbiasa berpikir kritis, menyusun argumen berbasis bukti, dan mencari solusi atas persoalan di sekitarnya.
Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 jenjang SMP menjadi salah satu ruang pembelajaran tersebut. Ajang yang ditutup di Yogyakarta pada Senin (19/10/2026) itu diikuti lebih dari 1.000 siswa yang mengirimkan proposal penelitian, dengan 350 siswa berhasil melaju ke babak final.
KREASI tidak hanya menilai hasil akhir penelitian. Peserta yang lolos seleksi mendapat pembinaan dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta akademisi perguruan tinggi untuk mempelajari perumusan masalah, metodologi penelitian, penyusunan gagasan berbasis bukti, dan komunikasi hasil penelitian.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru Maila Dinia Husni Rahiem mengatakan, peserta perlu menjaga semangat meneliti setelah kompetisi berakhir. Menurut dia, kemampuan menghasilkan pengetahuan dan inovasi menjadi salah satu unsur penting bagi kemajuan sebuah bangsa.
Maila juga menyoroti perlunya Indonesia memperkuat kapasitas dan jumlah peneliti agar kontribusinya dalam perkembangan ilmu pengetahuan global meningkat. Karena itu, budaya penelitian sejak sekolah dinilai penting untuk menyiapkan generasi ilmuwan pada masa mendatang.
Direktur Abak Academy sekaligus inisiator KREASI Munasprianto Ramli mengatakan, proses pembinaan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan kompetisi. Guru pembimbing, sekolah, peneliti, dan akademisi ikut mendampingi siswa selama proses pengembangan penelitian.
Di balik setiap proposal dan karya penelitian, ada proses panjang, ketekunan, dan dukungan luar biasa dari para guru. Kami melihat kualitas penelitian remaja terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menjadi tanda yang menggembirakan bagi masa depan penelitian Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (20/10/2026).
Selain kemampuan ilmiah, peserta juga mendapat kesempatan membangun jejaring dengan sesama peneliti muda, akademisi, pembimbing, dan peneliti profesional. Interaksi tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi dan memperluas pemahaman siswa mengenai dunia penelitian.
KREASI 2026 mendapat dukungan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada serta Pusat Riset Kependudukan BRIN. Dewan juri melibatkan peneliti BRIN dan dosen dari sejumlah perguruan tinggi.
Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN Ali Yansyah Abdur Rahim menilai, keberlanjutan penelitian membutuhkan regenerasi peneliti yang dipersiapkan secara serius sejak dini. Menurut dia, penelitian berperan dalam menghasilkan pengetahuan dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.
Pada KREASI 2026 jenjang SMP, MTsN 1 Pekanbaru meraih Juara Umum I dengan empat medali emas dan tiga medali perak. Juara Umum II diraih MTsN 4 Jakarta dengan empat medali emas dan dua medali perak, sedangkan Juara Umum III diraih MTsN 2 Kota Kediri.
Kompetisi semacam ini menunjukkan bahwa pengembangan peneliti muda tidak cukup berhenti pada ajang perlombaan. Dukungan sekolah, guru, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi dibutuhkan agar pengalaman meneliti dapat berlanjut menjadi kebiasaan belajar dan bekal bagi pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan.





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76133 [Aggregator] Downloaded image for imported item #76133](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/261020175150-267-1-148x111.jpg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76117 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/upacara-pemberangkatan-mantan-kepala-staf-tni-angkatan-darat-ksad_261020161730-130-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76121 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/261020160806-638-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76031 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/subagyo-hs-_160519141156-701-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76102 Ribuan peserta aksi demo dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menggeruduk kantor DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Selasa (20/10) siang.](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/ribuan-mahasiswa-geruduk-dprd-diy-desak-evaluasi-total-penanganan-karhutla-1792480966305_169-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76094 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/070431600-1777567636-830-556-148x111.jpg)